Cara Terbaik Merawat Cladding Berbahan Kayu

desain interior dapur dan ruang makan dengan cladding kayu

Tips serta bahan – bahan yang digunakan untuk menjaga agar cladding kayu Anda awet dan tahan lama.

Karena berfungsi sebagai elemen protektif pada sebuah rumah, tak ayal cladding atau siding perlu mendapat perawatan yang tepat agar bisa bertahan dalam waktu yang lama. Paparan sinar matahari serta cuaca yang berubah – ubah merupakan salah satu faktor yang dapat mengikis kualitas cladding secara perlahan – lahan.

Bagi Anda yang memilih cladding berbahan kayu, otomatis Anda perlu memberikan perawatan yang ekstra untuk mempertahankan permukaannya, terutama untuk melindungi agar cladding kayu tersebut tak mudah berjamur, berlumut, atau dihinggapi rayap. Namun dalam menentukan perawatan yang tepat, otomatis hal ini perlu dikaitkan dengan tipe kayu yang digunakan pada cladding. Jika jenis kayu yang digunakan cenderung yang tak terlalu tebal dan berserat halus, zat warna semi transparan cocok digunakan. Namun, bila papan kayu yang digunakan untuk cladding adalah kayu yang berserat kasar, lebih baik pilihlah cat pelapis dengan warna yang solid. Untuk cara pengaplikasiannya, Anda bisa menggunakan metode pengecatan manual dengan kuas, atau dengan menyemprotkannya menggunakan paint brush.

Selain menggunakan cat pelapis khusus untuk melindungi cladding kayu, Anda bisa juga memilih Water-Repellent Preservative, atau bisa juga cat kayu biasa. Namun, hasilnya mungkin tidak akan semaksimal tatkala menggunakan cat pelapis khusus untuk cladding. Tetapi, untuk memberikan Anda gambara yang jelas mengenai jenis – jenis bahan untuk merawat dan melindungi cladding, berikut ini ditampilkan tipe – tipe bahan pelindung cladding, terutama untuk cladding berbahan kayu.

1. Zat Pelapis Semi Transparan

Zat pelapis semi transparan ini biasanya cenderung tampak mengkilap dan berminyak saat diaplikasikan ke cladding kayu. Namun Anda tak perlu khawatir karena pelapis ini adalah pilihan terbaik bagi Anda yang memiliki cladding berbahan kayu dengan serat dan permukaan yang halus, khususnya untuk cladding kayu jenis kayu Cedar. Dengan menggunakan zat warna atau zat pelapis semi transparan ini, Anda bisa mendapat 2 keuntungan sekaligus. Selain berfungsi sebagai proteksi, zat pelapis semi transparan ini memungkinkan variasi warna alami khas kayu yang lebih banyak pada cladding Anda, sehingga cladding tersebut tampak lebih natural dan tetap mengkilap.

desain interior ruang keluarga dan ruang kerja dengan cladding kayu

Desain Interior Ruang Keluarga dan Runag Kerja Dengan Cladding Kayu

Cara mengaplikasikan zat pelapis semi transparan ini cukup mudah, yakni dengan cara menyemprotkannya pada cladding yang diinginkan menggunakan paint brush. Tekni semprot ini memungkinkan zat tersebut berpenetrasi lebih baik, serta mengoptimalkan fungsi dari zat itu sendiri dalam melindungi permukaan cladding. Tetapi jika Anda memilih mengaplikasikan bahan ini pada cladding dengan cara manual yakni dengan kuas atau roll, tetap lakukan teknik back-brushing sebagai finishingnya.

Untuk memaksimalkan perlindungan, Anda bisa juga menambahkan minyak pelapis pada permukaannya. Minyak ini biasanya dibuat khusus untuk jenis – jenis kayu tertentu. Minyak ini mampu membuat kayu bertahan lebih lama dan lebih awet.

2. Zat pelapis dengan warna yang solid

Permukaan kayu memiliki karakteristik tertentu. Ada yang permukaannya halus, namun ada juga yang kasar. Untuk jenis kayu yang cukup tebal, kuat, dengan permukaan dan serat yang kasar, gunakan solid-color finish atau zat pelapis dengan warna yang solid. Zat ini mampu menutupi warna asli kayu yang kurang menarik. Tetapi, Anda tak perlu khawatir hal ini akan merusak ciri khas kayu tersebut. Sebab, tekstur dan karakter aslinya masih akan tetap dipertahankan.

Sebelum mengaplikasikan zat ini pada cladding kayu, sebaiknya lapisi dulu cladding tersebut dengan cat dasar. Dengan menggunakan paint brush, aplikasikan penggunaan zat pelapis ini dua kali untuk memaksimalkan warna serta tingkat proteksinya. Untuk menghindari gumpalan cat yang tidak merata pada cladding, semprotkan cat dalam waktu yang lama dan tanpa terputus di tengah cladding.

3. Water-Repellent Preservative

Untuk Anda yang menginginkan tampilan cladding kayu yang alami dan menonjolkan karakter aslinya, maka sebaiknya Anda memilih Water-repellent preservative sebagai pelapisnya. Bahan ini akan memberikan proteksi pada cladding, terutama untuk menghindarkan cladding dari kerusakan atau pengikisan akibat air. Cara mengaplikasikannya pun tetap sama, yakni dengan menyemprotkannya dengan paint brush. Semprotkan bahan ini hingga ke ujung – ujungnya. untuk area yang lebih rawan lembab dan terpapar air, Anda bisa memberikan intensitas Water-Repellent Preservative yang lebih pada cladding tersebut.

desain eksterior rumah kontemporer dengan cladding kayu

Desain Eksterior Rumah dengan Cladding Kayu

Adapun area – area yang rawan lembab dan mudah terkena air itu misalnya area di bawah jendela atau di bawah pintu. Agar perlindungannya maksimal, Anda bisa mengaplikasikan zat ini dua kali. Durasi perlindungan Water-Repellent Preservative ini berkisar antara satu atau dua tahun, tergantung pada kualitas kayu, kondisi cuaca dan iklim, serta ekspos matahari ke rumah Anda.

4. Cat kayu

Segala cat kayu bisa Anda gunakan pada cladding kayu Anda, namun pastikan jenis kayu yang Anda pilih adalah cat yang 100 persen Acrylic, karena cat kayu ini akan menghasilkan tampilan warna yang terbaik. Bila Anda juga ingin menggunakan Water-Repellent Preservative, pastikan bahan tersebut diapliksikan terlebih dahulu pada cladding, baru kemudian cat kayu bisa diaplikasikan setelahnya.

Selamat mencoba :)

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment