Cara Mudah Untuk Menghemat Penggunaan Air di Rumah

save water

Cara-cara mudah dan sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat serta mengurangi penggunaan air di rumah.

Kampanye hemat energi tak henti – hentinya digaungkan. Hal tersebut penting dilakukan untuk menghimbau orang – orang agar bijak dan tidak boros dalam memanfaatkan energi demi mencegah krisis energi di masa mendatang.

Kita tahu bahwa energi sendiri jenisnya ada bermacam macam, mulai dari energi panas, energi listik, gas, udara, termasuk air. Semua hal tersebut ada dan sangat dekat dengan kehidupan kita sehari – hari, terutama tatkala di rumah. Terkadang, kita sering melihat atau bahkan melakukan sendiri pemborosan energi. Tentu, kebiasaan tersebut bukanlah hal yang baik.

Salah satu energi yang konsumsinya sering di luar kendali adalah air. Ya, masyarakat banyak memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari – hari. Namun, kadang mereka memanfaatkannya secara berlebihan dari yang dibutuhkan. Mereka melakukan hal ini secara sadar maupun tidak. Padahal, pemborosan air bukanlah hal yang bijak, karena air banyak air akan terbuang sia – sia. Penghematan air selain baik untuk menjaga jumlah air bersih di alam, juga bisa mengurangi beban tagihan air di tiap akhir bulan. Untuk itu, cermati beberapa poin di bawah ini jika Anda ingin lebih hemat dalam menggunakan air.

1. Penghematan air di Kamar Mandi

Menurut penelitian, kamar mandi menyumbang sekitar 75% konsumsi air kita. Artinya, tiga perempat air yang kita konsumsi setiap hari kebanyakan terpakai sewaktu kita berada di kamar mandi. Maka, potensi pemborosan air di kamar mandi ini begitu besar. Berikut ini hal – hal yang mesti diperhatikan untuk menghemat air di kamar mandi:

  • Lakukan pemeriksaan reguler terhadap kamar mandi, seperti bath up, kran, bak mandi, ember, atau bathroom appliances dan alat penampung air lain dan cari tahu apakah ada bagian yang bocor. Kebocorannya ini biasanya begitu kecil dan sulit terlihat. Kita baru akan menyadari setelah ada air yang merembes, atau air yang ada di dalamnya berkurang dengan cepat meski tidak digunakan. Jika hal ini terjadi pada peralatan di kamar mandi Anda, segera perbaiki/tambal lubang – lubang yang bocor.
  • Mandi dengan gayung yang airnya langsung diambil dari baik mandi kadang membuat konsumsi air tidak terkontrol. Maka, sebaiknya mandilah dengan showerhead.
  • Jika Anda ingin menggunakan showerhead, pasang showerhead dengan aliran air yang rendah. Dengan begitu, air yang keluar dari alat ini jumlahnya bisa dibatasi.
  • Toilet berukuran besar yang biasanya lebih membutuhkan banyak air untuk membersihkannya. Maka, sebaiknya ganti dengan ukuran toilet yang lebih kompak.
  • Usahakan kurangi waktu mandi. Mandilah dalam waktu yang singkat namun efisien dan jika ingin mandi dalam waktu lama, lakukan di saat – saat tertentu saja.

2. Penghematan air di dapur

Dapur merupakan area kedua yang membutuhkan konsumsi air dalam jumlah besar. Setidaknya, 8% dari konsumsi air harian kita dihabiskan di area ini. Hal – hal yang bisa kita lakukan antara lain:

  • Pasang aerator pada kran dengan nyala aliran air yang kecil. Hal ini untuk membatasi agar air yang memancar tidak terlalu berlebihan.
  • Jika Anda menggunakan mesin pencuci piring (dishwasher), sebaiknya pilih yang memiliki fitur energy efficiency. Sebuah mesin pencuci piring dengan fitur energy efficiency akan mengkonsumsi air dengan jumlah yang jauh lebih sedikit ketimbang kita mencuci piring secara manual dengan tangan.
  • Sebelum memasak, cucilah bahan sayuran, buah, dan bahan makanan secara bersamaan dan jangan sendiri – sendiri.

save water_2

Mengehemat Air Untuk Kelangsungan Hidup Kita

3. Penghematan air di beberapa tempat lain di rumah

Selain di kamar mandi dan di dapur, penghematan juga mesti dilakukan di sudut – sudut lain di rumah. Beberapa hal yang bisa dilakukan di antaranya:

  • Saat mencuci baju dengan tangan, usahakan bilas hanya sekali saja.
  • Jika mencuci tangan dengan mesin cuci, sebaiknya pilih mesin cuci yang memiliki fitur water efficiency yang mampu menghemat penggunaan air.
  • Hindari penggunaan sistem pengairan otomatis yang biasanya ada di taman. Sebab, kadang sistem pengairan atau irigasi ini otomatis menyala dan memancarkan air meski lingkungan/tanaman di sekitarnya masih basah. Kalaupun harus menggunakan alat ini, usahakan Anda mengawasi nyala airnya dan menentukan kapan waktu yang tepat untuk menyalakannya.
  • Di luar rumah, kadang kita menempatkan beberapa kran. Setelah menyalakannya, kita tidak menutup kran ini dalam posisi benar, sehingga masih ada air yang menetes. Jika dibiarkan, tetesan ini akan memicu pemborosan air di rumah. Maka, pastikan saat menyalakan kran, kita mesti menutupnya dengan benar.
  • Saat mencuci mobil/motor atau kendaraan lain, gunakan selang agar aliran air lebih terkontrol sehingga konsumsinya tidak berlebihan.
  • Daur ulang air. Tak hanya kertas, plastik, atau kaleng saja yang bisa didaur ulang. Air pun bisa didaur ulang, terlebih dengan adanya alat penyaring air yang banyak dijual di pasaran saat ini. Jika Anda tak yakin dengan tingkat kebersihan air ini, jangan gunakan untuk kepentingan konsumsi pribadi (untuk memasak, minum, mandi, dll), tapi gunakanlah air daur ulang ini untuk kepentingan mencuci, seperti mencuci baju, piring, atau kendaraan.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment