Built-in Furniture Untuk Kemudahan Dalam Penggunaan dan Penyimpanan

desain interior dengan modern aquarium_1

Jenis dan tipe furniture yang bisa dibuat dengan mode built-in dan tips serta langkah-langkah dalam menghadirkan furnitur built-in dalam ruangan.

Built-in furniture merupakan furniture yang biasanya dibuat menyatu atau menempel dengan dinding. Alasan pembuatan built-in furniture yakni untuk efisiensi, baik dalam hal penggunaan maupun penyimpanan. Tak heran, built-in ini paling banyak ditemui pada kantor atau home office.

Built-in furniture kini semakin banyak ditemui, terutama pada rumah dengan interior bertema modern, minimalist-stylish. Tipe furniture built-in ini selain bisa membuat proses penyimpanan menjadi ringkas, juga bisa memberikan kesan stylish nan modern di suatu rumah. Lantas, furnitur apa saja yang biasa dijumpai dalam mode built-in? Yuk intip penjelasannya lebih lanjut di sini.

Built-in Shelves

Built-in shelves atau papan rak adalah salah satu furnitur yang paling sering dijumpai dalam mode built-in. Rak ini biasa digunakan untuk menyimpan buku, dokumen, alat tulis, dan peralatan kantor untuk home office, meski tak jarang rak ini juga digunakan untuk memajang benda koleksi. Keberadaan built-in shelves terutama pada home office sangat membantu, tentunya dalam hal efisiensi tempat. Dengan built-in shelves, benda perkantoran menjadi lebih rapi dan terorganisir. Yang pasti, built-in shelves harus dibuat cukup kuat sehingga kokoh dan mampu menopang buku, kertas – kertas, dokumen, dan file – file yang tepat.

Built-in Desk

Beberapa jenis meja kerja rata – rata bisa dibentuk dengan mode built-in. Meja built-ini ini bisa dipasang dekat dengan dinding, untuk itu sebaiknya lokasi meja berada di sudut ruangan. Di samping built-in pada dinding, banyak juga meja kerja built-in dengan rak buku, di mana meja berada di bawah dan rak buku di atasnya. Dengan cara ini, kita sekaligus bisa menghadirkan built-in office furniture yang serba guna.

Built-in Drawers

Laci pada hakikatnya dibuat built-in, menjadi satu dengan meja kerja, lemari, atau rak buku. Tapi, ada kalanya juga laci dibuat built-in dengan dinding, sehingga bisa dengan mudah ditarik dan ditutup. Laci – laci built-in sangat membantu kita dalam menyimpan benda – benda kecil yang berguna namun kadang kita lupa menaruhnya, misalnya kaca mata, kunci kendaraan, kunci rumah, alat tulis, handphone dan perangkat elektronik lain, dsb.

Perangkat komputer built-in

Jika Anda berencana mewujudkan sebuah home office, memiliki seperangkat komputer beserta peralatan pendukungnya seperti printer, scanner, speaker, dan web cam dalam mode built-in sangat dianjurkan. Anda bisa membuatnya dari kabinet yang diinstal di dinding untuk menempatkan monitor komputer.Cukup beri tambahan tray atau penampan di sampingnya guna meletakkan mouse dan keyboard. Dengan memiliki perangkat komputer built-in, hal ini akan meningkatkan keamanan komputer tersebut dari pencurian, karena tentunya akan lebih sulit untuk mengambil perangkat komputer yang dipasang dengan model built-in.

kitchen storage_2

Desain Kabinet Built-in Pada Area Dapur

Kabinet built-in

Kabinet atau lemari yang didesain dengan mode built-in pada dinding kadang memiliki manfaat double, yakni sebagai tempat menyimpan barang dan sebagai partisi yang memisahkan satu area dengan area lain. Untuk itu, kabinet atau lemari adalah furnitur yang sangat direkomendasikan untuk dibuat dalam mode built-in guna memaksimalkan fungsinya.

Langkah – langkah dalam menghadirkan furnitur built-in di rumah

  1. Perhatikan lebar ruangan.

Ukur setiap sudut ruangan dan alokasikan area kosong yang nantinya akan dijadikan area untuk menempatkan built-in furniture. Pertimbangkan keberadaan furnitur dan benda lain yang sebelumnya sudah ada dalam ruangan. Pastikan bahwa keberadaan built-in furniture ini nantinya tak akan mengganggu fungsi furnitur yang lain.

  1. Untuk built-in furnitur yang dilengkapi peralatan elektronik, lokasinya mesti dekat dengan sumber listrik.

Built-in furnitur yang memerlukan aliran listrik, seperti perangkat komputer, harus didesain dekat dengan sumber listrik guna memudahkannya dalam menghubungkan perangkat elektronik dan komputer dengan sumber listrik. Pastikan juga ada space untuk meletakkan kabel – kabel dan peralatan kelistrikan lain di dekat built-in furnitur tadi.

  1. Lakukan pengukuran sedetail dan setepat mungkin.

Sebelum built-in furnitur dihadirkan dalam satu ruangan, biasanya akan ada beberapa pengukuran guna memastikan bahwa built-in furnitur yang nantinya akan dipasang di sini muat dengan space yang dialokasikan. Penting untuk diingat bahwa sekali furnitur tersebut dibuat built-in, kemungkinan furnitur tersebut akan menempal di dinding selamanya. Andaikan bisa dikeluarkan, kondisinya mungkin tidak akan utuh seperti semula karena akan ada beberapa bagian yang tergores atau lecet selama proses built-in.

  1. Lakukan perawatan dan pembersihan secara berkala.

Karena lokasinya yang fixed dan tidak bisa dipindah kemana – mana, mungkin akan sedikit sulit bagi kita untuk melakukan pembersihan dan perawatan pada beberapa bagian atau sudutnya yang tak terjangkau. Namun, kita tetap harus melakukan pembersihan berkala dengan menggunakan vacuum cleaner.

Khusus untuk built-in furnitur dari kayu, ada baiknya ditambahkan finishing berupa cat dengan bahan dasar latex. Cat pelapis ini akan membuat permukaan kayu lebih mudah dibersihkan dengan vacuum cleaner.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment