Bird feeder, Fitur Wajib Pada Taman Bagi Pecinta Burung (Birdwatching)

bird feeder_1

Mengenal bird feeder serta beragam tipe dan efek positif plus negatif dalam menempatkannya di pekarangan rumah.

Bird feeder atau yang bisa disebut juga sebagai bird table atau tray feeder merupakan sebuah tempat di mana kita bisa meletakkan berbagai macam biji – bijian untuk menarik burung – burung liar agar memakan biji – bijian tersebut. Tak hanya biji – bijian, kita juga bisa menaruh buah, madu, atau serangga untuk menarik perhatian burung dengan spesies berbeda. Mengamati burung – burung liar yang singgah pada bird feeder ini menjadi sebuah hobi yang dinamakan birdwatching.

Kegiatan ini memberikan keasyikan tersendiri, terutama bagi Anda penyuka burung – burung liar. Bird feeder ditempatkan di area terbuka yang cukup luas dan memungkinkan burung – burung liar untuk singgah. Anda bisa menempatkannya di halaman samping atau belakang rumah.

Tipe – tipe bird feeder

  • Seed feeder

Seed feeder merupakan jenis bird feeder untuk burung pemakan biji – bijian. Desainnya bervariasi, mulai dari yang berbentuk tabung yang memanjang horizontal, atau hanya sekedar wadah berbentuk kotak biasa. Sesuai namanya, jenis makanan yang diletakkan di sini kebanyakan berupa benih atau biji – bijian, seperti biji bunga matahari atau campuran berbagai macam biji – bijian. Jenis burung yang biasanya menggemari makanan tersebut adalah burung – burung bersuara merdu, seperti burung gereja atau kutilang.

Seed feeder biasanya didesain dengan mekanisme pertahanan agar makanan yang ada di dalamnya tidak dicuri hewan lain. Selain itu, seed feeder dirancang dengan mekanisme weight sensitive yang akan otomatis menutup akses ke makanan saat tersentuh benda atau binatang yang beratnya melebihi berat burung yang wajar.

Seed feeder lebih sering didesain dalam bentuk gantungan yang dipasang pada pohon daripada ditopang dalam bentuk tiang yang berdiri sendiri. Seed feeder dibuat dari bahan plastik dengan penutup yang juga berbahan plastik atau logam. Sekeliling seed feeder sering diberi kurungan sebagai salah satu mekanisme pertahanan dari hewan liar yang lain.

  • Hummingbird feeder

Sesuai namanya, jenis bird feeder satu ini merupakan jenis bird feeder untuk menarik perhatian burung hummingbird, burung kolibri, atau burung pemakan madu dan nektar. Untuk itu, desainnya dibuat sedemikian rupa agar memungkinkan untuk diletakkan cairan di dalamnya. Untuk lebih menarik perhatian burung, Hummingbird feeder sering dicat dalam warna – warna cerah seperti merah atau kuning untuk mengimitasi warna – warna bunga.

Hummingbird feeders biasanya sering ditumbuhi jamur, untuk itu rajin – rajinlah membersihkan kandangnya secara reguler. Selain itu, problem lain mungkin datang dari hewan lain yang juga menyukai makanan manis seperti semut, lebah, atau serangga lain. Siasati hal ini dengan menaruh minyak di bawah atau di sekelilingnya untuk menghindari agar semut dan seragga lain tidak mendekat.

Desain Hummingbird feeders cukup bermacam – macam, salah satunya desain yang menyerupai botol air minum. Desain ini memudahkan kita dalam menuang makanan berbentuk cairan ke dalamnya. Desain ini juga memenimalkan resiko cairan untuk tumpah, sehingga tidak ada cairan yang terbuang.

  • Oriole feeders

Oriole feeders merupakan jenis bird feeder untuk burung – burung pemakan buah, contohnya kepodang. Kepodang memiliki fitur mulut dan lidah yang berbeda dengan burung lainnya karena lebih sering mengkonsumsi buah – buahan seperti pisang, mangga, atau buah – buah lain yang bertekstur sedikit lembek.

Bentuk desainnya cenderung sederhana, dengan top fill dan bottom fill. Kadang, bentuk Oriale feeder ini dibuat menyerupai bentuk piring atau alat makan.

Untuk menjaga kebersihannya, Oriale feeder mesti dibersihkan sesering mungkin, terutama jika cuaca sedang panas. Sebab, sisa – sisa buah yang ada di sekelilingnya bisa cepat membusuk dan menimbulkan bakteri serta penyakit bagi burung bila tidak segera dibersihkan.

  • Suet feeder

Suet feeder merupakan jenis bird feeder yang terbuat dari jeruji – jeruji metal dan berbentuk seperti kandang pada umumnya. Biasanya di sekelilingnya terdapat wadah dari plastik yang digunakan untuk menempatkan makanan. Jenis bird feeder ini biasanya digunakan untuk memberi makan burung – burung pemakan serangga.

  • Bird feeder elektronik

Teknologi semakin berkembang, begitu juga dalam desain bird feeder ini. Kini, terdapat bird feeder elektronik yang bisa menyimpan makanan di dalamnya agar tahan lama hingga berhari – hari bahkan hingga satu minggu. Pada bird feeder elektronik, terdapat sebuah fitur tempat penyimpan makanan dan tempat saji. Tempat saji akan diisi kembali secara otomatis dari tempat penyimpan makanan segera setelah makanan pada tempat saji tersebut habis.

bird feeder_2

Desain Bird Feeder bergaya Kontemporer untuk Pencinta Burung

Efek negatif menempatkan bird feeder pada taman

Aktifitas birdwatching merupakan aktifitas yang menyenangkan, terutama saat melihat burung – burung tersebut makan di bird feeder yang telah kita sediakan. Namun, memberi makan burung – burung liar jelas memiliki resiko, karena karakter burung yang cukup liar dan mudah bereaksi, terutama jika ada orang atau hewan lain yang mendekat. Jumlah burung yang mendekat ke area ini bisa tak terkontrol, sehingga memenuhi pekarangan rumah.

Tak hanya itu, burung – burung ini bisa juga menetap di tempat tersebut dan sulit dipindahkan. Kotoran – kotoran burung juga bisa menyebarkan penyakit, terutama jika kita jarang membersihkan bird feeder ini.

Untuk itu, pertimbangkan selalu dampak negatif ini sebelum Anda yakin akan menempatkan bird feeder pada taman atau pekarangan rumah Anda. Usahakan keberadaanya agak jauh dari kawasan rumah untuk mengantisipasi agar burung – burung tidak masuk ke dalam rumah.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment