Berbagai Macam Tipe Desain Atap

sistem atap rumah

Jenis-jenis desain atap rumah yang paling sering dijumpai serta berbagai kelebihan yang dimiliki, khususnya untuk diterapkan pada bangunan dengan karakteristik wilayah tertentu.

Atap adalah salah satu bagian rumah yang berfungsi sebagai pelindung dari terpaan matahari, hujan, hingga ancaman bahaya dari luar bangunan. Atap inilah salah satu aspek yang memungkinkan orang – orang bisa beraktifitas di dalam gedung tanpa takut akan adanya ancaman dari luar. Tetapi, taukah Anda bahwa atap tak hanya berfungsi sebagai proteksi saja? Kini, banyak pilihan model serta desain atap yang dibuat menyesuaikan dengan desain arsitektur bangunan itu sendiri. Atap menjadi bagian dari bangunan yang memberikan nilai seni dan gaya sendiri pada bangunan. Terkadang, tipe desain atap juga dapat membangun karakter dari bangunan tersebut. Selain itu, dengan memilih desain atap yang tepat, maka kita dapat memperoleh tingkat proteksi yang lebih besar.

Desain atap rumah sendiri ada beragam macamnya. Ada desain atap yang memang dikhususkan untuk perumahan, tapi ada juga desain atap yang digunakan pada bangunan – bangunan komersial atau perkantoran. Kali ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai berbagai macam desain dan tipe atap rumah yang paling banyak digunakan. Setidaknya, ada 5 desain atap yang paling terkenal, yakni Gable Roof (Atap Pelana), Hip Roof (Atap Limasan), Flat Roof (Atap Datar), Gambrel Roof (Atap Kombinasi), Salt Box Roof (Atap Miring). Penasaran apa saja itu? Berikut penjelasan singkatnya.

atap pelana

Gambar Desain Gable Roof (Atap Pelana)

1. Gable Roof (Atap Pelana)

Salah satu tipe desain atap yang paling populer adalah Gable Roof, di Indonesia jenis atap ini disebut atap model Pelana. Desain atap ini merupakan desain atap dengan sisi membentuk huruf ‘V’ terbalik. Desain atap seperti ini memungkinkan terbentuknya bagian yang landai pada atap. Di sekeliling atap, biasanya terdapat eave atau lis, yakni semacam pancuran pada atap untuk menampung air hujan. Selian lis, ada juga bagian ‘rake’.

Variasi dari desain atap Gable Roof ini adalah atap dengan kerangka berbentuk A. Desain atap berbetuk A ini ujungnya bisa sampai menjuntai hinga hampir menyentuh tanah, sehingga atap memiliki 2 fungsi sekaligus, sebagai atap itu sendiri dan sebagai dinding rumah. Selain itu, ada juga jenis steep gable roof yang biasa digunakan pada rumah – rumah yang kerap mengalami salju tebal, atau rumah yang terletak di dekat hutan dan pepohonan besar sehingga banyak dedaunan yang bisa menumpuk di atap. Dengan tipe atap seperti ini, maka salju atau dedaunan yang menumpuk di atap dapat segera gugur ke bawah, sehingga tidak memberatkan atap yang akhirnya bisa menyebabkan kerusakan.

atap limasan

Gambar Desain Hip Roof (Atap Limasan/Perisai)

2. Hip Roof (Atap Limasan)

Hip roof atau yang di Indonsia disebut sebagai atap model Limasan adalah salah satu jenis desain atap yang berfungsi menutupi seluruh bagian muka bangunan. Salah satu indikator dari jenis atap ini adalah ketika Anda bisa melihat pancuran atap atau garis eave yang ada di sekeliling tepi atap dari bawah (tanpa memanjat ke atap). Desain atap seperti ini cocok untuk area dengan kekuatan angin yang cukup besar atau badai. Melalui desain atap ini, maka angin akan berhembus di sekeliling atap, sehingga kekuatan angin akan terpecah dan akhirnya tenaganya berkurang.

Dengan demikian, kerangka atap tak mudah rusak atau terlepas tat kala menghadapi angin besar. Namun konsekuensinya, dengan menerapkan desain ini maka ketinggian loteng akan berkurang.

platform house dengan atap datar

Gambar Desain Flat Roof (Atap Datar)

3. Flat Roof (Atap Datar)

Flat roof atau atap datar disebut – sebut sebagai desain atap yang paling hemat biaya dibandingkan dengan desain atap yang lain. Desain atap ini bisa diciptakan dari berbagai macam material. Selain itu, atap model ini juga lebih gampang ketika ingin dibersihkan atau diperbaiki. Tetapi, karena tak adanya kemiringan pada atap, maka di bagian atap perlu dipasangi sistem drainase yang baik, agar di kala musim hujan air tak menggenang di atasnya. Biasanya, di sekeliling flat roof ini dibangun parapet (dinding sandaran) untuk melindungi barang – barang yang diletakkan di atap, misalnya baik air, kursi, meja, instalasi listrik, dll.

Meskipun atap ini tergolong mudah dan murah dalam pembangunan, tetapi atap model ini perlu perawatan yang tinggi dengan intensitas yang cukup sering, terutama pada bagian drainase. Hal ini untuk menjaga tidak terciptanya genangan air pada atap.

Gambrel Roof

Gambar Desain Gambrel Roof (Atap Kombinasi)

4. Gambrel Roof (Atap Kombinasi Limasan dan Pelana)

Gambrel roof adalah atap kombinasi dari atap Pelana dan atap Limasan. Tipe atap seperti ini bisa diidentifikasi dari keberadaan jendela yang diintegrasikan dan menjadi bagian dari desain atap Grambrel ini sendiri. Kemiringan atap terpotong dengan keberadaan jendela yang agak menonjol ke sisi bagian luar. Desain atap seperti ini kerap diasosiasikan pada bangunan – bangunan Belanda jaman dahulu. Desain atap seperti ini juga bisa kita temui pada rumah – rumah di jaman penjajahan Inggris.

atap miring setengah pelana

Gambar Desain Salt Box Roof (Atap Miring)

5. Salt Box Roof (Atap Miring)

Salt box roof ini adalah jenis atap miring yang hampir menyerupai gabled roof atau dapat disebut setengah Pelana, tetapi salah satu sisi miringnya lebih panjang dibandingkan sisi satunya (kemiringannya tidak sama). Tipe atap seperti ini sering digunakan pada bangunan yang berada di tepi pantai dengan kecepatan angin yang tinggi. Angin yang kencang tersebut akan melewati sisi miring atap yang lebih panjang. Tak hanya itu, rumah – rumah dengan fitur – fitur tambahan yang minimal kerap menggunakan salt box roof ini sebagai kelanjutan dari atap, sehingga akan membuat kesan rumah yang tampak lebih besar dan tak terlalu minimalis.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment