Berbagai Jenis Kaca untuk Jendela Rumah

jendela_kaca_1

Berbagai macam jenis dan tipe kaca untuk jendela rumah berdasarkan tingkat ketahanannya, cara pembuatan, dan proses pembuatannya.

Kebanyakan dari kita berfikiran bahwa kaca yang ada pada jendela rumah merupakan kaca dari jenis yang sama. Nyatanya, ada beragam jenis kaca yang biasa digunakan untuk jendela rumah. Jenis – jenis kaca tersebut digolongkan berdasarkan ketahanannya, cara pembuatan kaca, hingga proses pembuatan kaca tersebut. Ada juga jenis kaca yang ramah lingkungan karena memiliki fitur energi efisiensi yang tinggi dan rendah emisivitas. Ingin tahu lebih lanjut mengenai tipe – tipe kaca jendela rumah? Penjelasan di bawah ini akan membantu Anda mengetahuinya lebih lanjut.

1. Annealed glass

Annealed glass merupakan kaca yang dibuat melalui proses pendinginan. Kaca jenis ini merupakan produk dasar kaca dan banyak digunakan pada mayoritas pintu dan jendela. Proses pembuatannya cukup sederhana, yakni paska dicetak dengan teknik float glass, kaca kemudian didinginkan. Karena proses pendinginan kristal kaca kebanyakan tidak bisa berlangsung berbarengan di tiap bagian, wajar jika ketahanan kaca ini tidak merata atau sama di semua bagian. Bahkan jika ada sedikit saja perubahan suhu selama proses pendinginan, kaca bisa menjadi retak dan hancur berantakan.

2. Toughened glass

Toughened glass dihasilkan dengan cara memanaskan annealed glass hingga temperatur tinggi, kemudian meniupkan udara ke permukaannya. Hal ini memungkinkan permukaan luar kaca menjadi dingin lebih cepat, sementara bagian dalamnya masih berbentuk sedikit cair, hingga benar – benar memadat setelah dalam jangka waktu yang lama. Proses ini memunculkan adanya motif atau bentuk – bentuk khas yang timbul akibat perbedaan tekanan antara bagian luar dan dalam kaca. Jika pecah, toughened glass cenderung akan pecah berkeping – keping namun tidak menghasilkan ujung pecahan yang tajam dibandingkan dengan annealed glass. Dengan demikian, kaca ini bisa jauh lebih aman digunakan sebagai kaca jendela.

3. Coating

Coating atau pelapisan dengan menggunakan bahan tertentu seperti bahan kimia bisa juga dilakukan pada proses pembuatan kaca. Coating biasanya menggunakan bahan kimia yang diterapkan pada permukaan kaca agar kaca menjadi tahan gores, atau mengubah tampilan optik sehingga kaca menjadi reflektif atau kaca berwarna. Untuk membuat kaca reflektif / cermin misalnya, cairan tipis dari logam yang dipanaskan, misalnya cairan alumunium atau perak, kemudian cairan tersebut dilapiskan di salah satu sisi kaca.

4. Laminasi

Selain dilapisi (coating), kaca juga bisa diciptakan dengan menambahkan laminasi (lamination). Hal ini bertujuan guna meredam getaran kaca atau meredam suara. Bahan vinyl biasa dipakai sebagai laminasi untuk kaca jendela ini. Vinyl diaplikasikan dalam layer – layer di antara 2 atau beberapa lapis kaca. Dengan adanya vinyl, kaca menjadi lebih rekat satu sama lain, sehingga tidak mudah retak atau meninggalkan bekas saat tergores. Kaca yang dilaminasi ini biasanya diaplikasikan untuk kaca jendela mobil. Namun, tak jarang kaca jenis ini juga diaplikasikan di rumah yang berada di kondisi cuaca ekstrim.

5. Single pane dan double pane

Jendela dengan kaca single pane menyebabkan tingkat isolasi yang rendah, sementara jendela dengan kaca double pane mampu meningkatkan efisiensi energi. Di rumah – rumah yang berada di lingkungan dengan kondisi suhu yang dingin, kaca jenis double pane lebih banyak digunakan dan biasanya disisipkan gas argon untuk meningkatkan efisiensi energinya.

6. Tinted glass

Tinted glass atau kaca yang diberi warna biasanya hadir dalam varian yang lebih spesifik, yakni tinted-heat absorbing glass. Kaca jenis ini didesain untuk mengurangi radiasi panas yang masuk melalui kaca jendela.

7. Low-E

Sesuai namanya, kaca Low-E merupakan jenis kaca yang rendah emisivitas. Kaca jenis ini tergolong kaca dengan kualitas tinggi dan salah satu jenis kaca terbaik karena kemampuannya untuk merefleksikan atau memantulkan kembali radiasi panas hingga 70%. Yang menarik dari jenis kaca ini adalah, meskipun mampu memantulkan kembali panas dari cahaya matahari, intensitas cahaya matahari yang masuk atau tembus melalui kaca sama dengan intensitas cahaya matahari yang tembus melalui kaca biasa. Dengan kata lain, ruangan yang dipasangi jendela dengan kaca Low-E akan tetap terang dan dipenuhi cahaya alami tanpa terasa panas yang berlebihan.

jendela_kaca_2

Tempered Glass, Biasa Digunakan Pada Bagian Dinding/Jendela Rumah

8. Tempered glass

Bahasan mengenai tempered glass sudah pernah disajikan di sini. Tempered glass sendiri merupakan salah satu jenis kaca terkuat dan umum digunakan sebagai pintu atau dinding ruangan yang terbuat dari kaca. Kaca ini juga lebih tepat digunakan di outdoor atau luar ruangan. Jika tempered glass ini pecah, pecahannya akan membentuk butiran – butiran kecil dan bukan membentuk pecahan – pecahan dengan ujung yang tajam yang bisa menggores permukaan kulit.

9. Security glass

Kaca jenis ini biasanya tampil dengan warna yang buram dan tak tembus cahaya. Beberapa jenis security glass bahkan memiliki tekstur yang khas. Kaca jenis ini sangat tepat diaplikasikan pada jendela bagi Anda yang menginginkan privasi lebih pada rumah.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment