Berbagai Ide dan Teknik pada Landscape Terasering

lanskap terasering_1

Mengenal lebih dekat dengan landscape terasering serta beragam tips dan ide dalam menerapkan teknik landscape terasering, baik untuk taman di rumah maupun untuk menciptakan hardscape.

Terasering merupakan teknik lanskap yang telah sejak dulu diterapkan untuk memanfaatkan lahan di area perbukitan atau pegunungan, di mana mayoritas lahan berada pada area yang miring. Terasering ini diwujudkan untuk menciptakan lahan datar di wilayah miring tersebut melalui pembuatan teras – teras yang berjenjang.

Terasering sebenarnya sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang tinggal di kawasan Perbukitan. Di beberapa tempat di Indonesia, misalnya di Bali, kita sering melihat teknik terasering ini diterapkan pada lahan pertanian. Ya, daerah yang landai dan sukar ditanami mampu disulap menjadi teras – teras yang akhirnya bisa menjadi area menanam padi. Namun di luar negeri, teknik terasering justru lebih banyak diterapkan pada taman di rumah – rumah ketimbang sebagai lahan pertanian.

Teras – teras yang difungsikan sebagai taman atau kebun ini mampu menciptakan spasi multi-level yang masing – masing level bisa ditanami jenis tanaman yang berbeda pula, sehingga mampu menciptakan tampilan taman yang simetris serta menarik secara visual. Bahkan, ada kalanya terasering tidak dihadirkan dalam bentuk jajaran taman.

Ya, terasering kadang dijumpai dalam bentuk lain dan menjadi salah satu unsur pembentuk hardscape. Yang pasti, keberadaan terasering di area sekitar rumah mampu memperluas dimensi area outdoor dan menambah nuansa santai di rumah.

Dalam penerapan teknik terasering di lahan di sekitar rumah, setidaknya ada 4 jenis terasering yang kerap ditemui. 4 jenis terasering itu yakni Mini-Step Garden, Vegetable Terraces, Container Terraces, dan Terracing Hardscapes.

1. Mini-Step Garden

Khusus untuk lahan dengan kimiringan yang tidak terlalu curam, Anda bisa mengaplikasikan mini-step garden ini. Prinsipnya sama saja seperti terasering yang lain, bedanya pada teknik ini, dibuat step – step atau pijakan yang tiap level dibuat taman – taman mini. Pijakan atau step – step ini bisa dibuat dari batu hampar/batu ubin. Untuk membuatnya nampak natural, buat agar pinggiran batu ubin ini memiliki pola lingkaran yang tidak beraturan.

Kemudian, di tiap jenjang, buat sebuah teras yang akan difungsikan sebagai taman mini. Hal ini bisa diatur dengan menggali permukaan yang miring dan meratakan bagian atasnya agar bisa ditanami tanaman. Di pinggiran taman, letakkan batu – batuan dengan jenis yang sama seperti yang digunakan pada step – step yang sudah dipilih. Kini, taman mini Anda siap ditanami berbagai jenis bunga sesuai selera Anda.

2. Vegetable Terraces

Terasering ini memungkinkan kita memiliki kebun buah dan sayur sendiri di rumah tanpa mengesampingkan unsur estetisnya. Pertama, buat teras secara berjenjang dan beri jarak setidaknya 50 sentimeter untuk tiap teras. Kemudian, masing – masing teras mesti diberi kayu yang ditancapkan pada tanah serta re-bar yang sekaligus berfungsi sebagai pembentuk lanskap.

Gali area tersebut untuk membentuk terraced beds atau tinggikan permukaan tanahnya dengan menambah kayu/timber yang ditambahkan pada tanah di bagian bawahnya. Kini, Anda bisa mulai menanami sayuran dan buah – buahan dengan mempertimbangkan tinggi masing – masing jenis tanaman untuk menciptakan efek visual yang menarik serta agar tanaman terlihat rapi dan simetris.

vegetable terrace

Vegetable Terrace Design

3. Container Terraces

Khusus untuk area yang datar di sekitar rumah Anda, Anda tetap bisa mewujudkan area layaknya terasering dengan menggunakan pot atau kontainer yang ditanami tumbuh – tumbuhan hijau yang disusun berjenjang. Terapkan sistem shelf-type dengan menempatkan level pusat sebagai level tertinggi pada teras yang ingin kita ciptakan. Caranya yakni dengan menempatkan plang – plang kayu yang berjenjang, di mana pada masing – masing jenjang diletakkan pot – pot atau kontainer yang disusun berjajar. Beri jarak tiap level setidaknya 20 sentimeter. Buat level – level ini dengan arah melingkar, sehingga tanaman yang ada di sini bisa diakses dari segala sisi. Jumlah level atau jenjang pastinya disesuaikan dengan kebutuhan.

Di sini, Anda bisa memberi sentuhan kreatifitas dengan bereksperimen pada bentuk dan warna pot. Anda bisa menerapkan warna pot yang berbeda di tiap – tiap jenjang. Sehingga akan tercipta efek visual yang berwarna – warni ketika dipandang dari kejauhan

4. Terracing Hardscapes

Taukah Anda jika terasering tidak melulu dikaitkan dengan tanaman? Jika Anda bosan dengan terasering dalam wujud kebun atau taman mini, Anda bisa mewujudkan terasering untuk membentuk hardscape, yaitu dengan menciptakan sebuah kolam kecil di level yang paling atas, lalu biarkan airnya meluber layaknya air terjun buatan yang aliran airnya berkelok – kelok menuruni teras – teras yang ada di bawahnya.

Anda bisa membuat semacam parit kecil di sisi kiri dan kanan. Agar tercipta kesan yang lebih natural, letakkan kerikil dan batuan – batuan alam sebagai alas parit. Sehingga, air – air yang melintasi parit ini akan menimbulkan bunyi gemericik yang alami ketika bersentuhan dengan batu.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment