Print This Article Print This Article Email This Article Email This Article
Home » Architectaria, Architecture, Civil Engineering and Planning, Tips Rumah

Beberapa Langkah Dalam Membangun Rumah Impian Anda - #2. Menghitung Analisa Harga Satu

15 December 2007 112,575 views 32 Comments

Sebelum anda membaca artkel kali ini, ada baiknya anda membaca dahulu artikel ini, dan artikel ini.

Pada artikel kali ini, kita memasuki bagian ke-2 dari 3 tahap perencanaan pembangunan rumah tinggal anda. Sebenarnya ada 4 tahapan dalam perencanaan pembangunan, yaitu : desain arsitektur bangunan, perhitungan volume pekerjaan, perhitungan Analisa Harga Satuan, perhitungan RAB.. Itupun masih dalam frame konvensional, karena dalam frame advanced, keempat tahapan yg sudah saya sebutkan tadi masih dapat dikombinasikan dengan tahapan-tahapan yang lain seperti pembuatan bar chart/s-curve, penjadwalan dan pengendalian material dengan metode MRP, EOQ, POQ, LFL, dll. Tetapi biasanya advanced planning ini hanya diberlakukan pada proyek-proyek konstruksi dengan jangka waktu yang lama, dengan pemakaian pekerja, material, dan cost of production yang besar.. Tahapan advanced ini dimaksudkan untuk menjamin tiga tujuan utama dalam proyek konstruksi yaitu : biaya, mutu dan waktu dapat berjalan selaras, sehingga tujuan akhir dari proyek konstruksi tersebut dapat tercapai.

Pada artikel sebelumnya, saya telah menunjukkan bagaimana menghitung volume pada setiap item-item pekerjaan. Perhitungan volume pekerjaan adalah bagian paling esensial dalam tahap perencanaan proyek konstruksi (rumah tinggal, gedung, jalanan, jembatan, bendungan, pelabuhan, irigasi, dsb). Kenapa saya katakan esensial? karena pada bagian itulah ditentukan kelanjutan dari proses perencanaan tersebut. Ketika seorang insinyur atau lebih tepatnya project planner (saya tidak menyebut arsitek, karena arsitek biasanya hanya dominan pada tahap desain arsitektur) salah dalam melakukan perhitungan volume pada item-item pekerjaan, bisa dipastikan kelanjutan dari sebuah proyek menjadi SURAM!. Kenapa suram? yah tentu saja suram, karena hasil perhitungan volume pekerjaan bersama dengan analisa harga satuan yang akan dijadikan variabel dalam perhitngan RAB dan pembuatan bar chart atau s-curve. Disinilah letak esensialnya perhitungan volume pekerjaan, untuk menghitung analisa harga satuan, tingkat kerumitannya tidak terlalu besar.. dan sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, asalkan memiliki kemampuan matematika dasar yang baik.. Tetapi untuk menghitung volume pekerjaan, tidak semua orang bisa melakukannya. Dibutuhkan analisa yang cermat dan tingkat ketelitian yang tinggi agar hasil perhitungan volume pekerjaan tersebut menghasilkan output yang valid.

So, jika output dari volume pekerjaan tersebut benar maka show will go on, and lets hope the project get nice and profit ending. Tapi kalau salah? maka perhitungan volume tersebut harus diulang sampai benar. Ok, saya pikir pada artikel ini kita tidak perlu lagi berlama-lama membahas soal volume pekerjaan. Anggap saja anda telah menegerti bagaimana menghitungnya (Kalau anda tidak mengerti juga, itulah saat dimana anda membutuhkan saya, sekaligus melakukan pembenaran atas fitrah saya untuk mendapatkan rejeki yang halal..Hahahaha). Pada gambar dibawah adalah sebuah sketsa pra-rencana sebuah rumah minimalis modern type-90 yang (anggap saja) telah kita ketahui volume item-item pekerjaan nya. Perencanaan kita lanjutkan pada proses perhitungan analisa harga satuan.

Layout dan Tampak Depan

Gambar-1 : Sketsa Pra-Rencana Layout dan Tampak Depan Sebuah Rumah Minimalis Modern Type 90

Proses perhitungan ‘Analisa Harga Satuan’ dimulai dengan memasukkan item-item pekerjaan yang akan dikerjakan. Rekap dan urutkan item-item pekerjaan tersebut mulai dari pekerjaan paling awal (pembersihan lahan, galian, timbunan, dll) sampai dengan pekerjaan paling akhir (ex: pengecatan, finishing, dsb). Satu hal yang harus saya ingatkan, ketika akan menghitung ‘Analisa Harga Satuan’ anda terlebih dahulu harus memiliki daftar harga satuan upah pekerja, daftar harga bahan/material, dan daftar analisa/index BOW. Untuk daftar analisa dan index BOW anda bisa mencarinya ditoko buku terdekat, di penjual buku-buku bekas. Saya do’akan, semoga anda beruntung dan mendapatkannya.. Jika anda telah mendapatkannya, maka proses perhitungannya relatif mudah. Paling tidak, tingkat kesulitannya tidak serumit ketika anda menghitung volume pekerjaan. Contoh perhitungan analisa harga satuan untuk rumah minimalis modern type-90 adalah seperti yang anda lihat dibawah ini :

AHS-1

AHS-2

AHS-3

AHS-4

AHS-5

AHS-6

AHS-7

Sebenarnya sheet excel diatas adalah satu kesatuan. Hanya saja, tidak mungkin saya tampilkan dalam format tulisan, pilihan bijaknya adalah dengan : page preview+PrtScr+Paste di paint brush+Save as Jpeg.. and then Posting :))

Buat anda yang sudah familiar dengan matematika sederhana dan memiliki kemampuan dalam menjalankan microsoft office excel, saya pikir anda sudah bisa menebak angka-angka dalam tabel-tabel diatas. See.. That’s so simple! Dan itulah Analisa Harga Satuan.. Sangat mudah dihitung dan sangat sederhana.

Bagi anda yang masih bingung juga, saya akan berikan formula sederhana dalam menghitung analisa harga satuan tersebut.

AHS = Index BOW x Harg Satuan*

*) harga satuan pekerja berdasarkan UMR
*) harga satuan material berdasarkan ketetapan pemerintah daerah setempat

Hasil dari perhitungan Analisa Harga Satuan, selanjutnya dikalkulasikan dengan Volume Pekerjaan sehingga akan didapatkan RAB (Rencana Anggaran dan Biaya). Seharusnya anda sudah dapat membayangkan seperti apa bentuk dari Rencana Anggaran dan Biaya tersebut. Tapi saya yakin anda akan tetap antusias mengikuti artikel saya selanjutnya yang akan membahas tentang Rencana Anggaran dan Biaya. Demikian artikel saya kali ini, semoga ilmu yang sedikit ini dapat menambah pemahaman anda tentang perencanaan bangunan. Keep your interest with this site n have a nice day.. :D

Tags: ‘Desain Rumah’ ‘Menghitung Analisa Harga Satuan’ ‘Menghitung Analisa BOW dan Harga Satuan’

Architectaria - Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Related Articles:

32 Comments »

  • Wahyu. P said:

    Wahhh..Akhirnya ketemu disini yang sya cari-cari. Kesel kadang klo udah masuk web tapi yg dimaksud gak nemu. Artikel nya membantu banget mas. Simpel, Dengan kata pengantar yang cerdas dilanjutkan dengan contoh yang to the point. Semoga sukses yah. Hatur nuhun architectaria..

  • Hendri Hidayat said:

    Trims artikel nya pak. Sangat membantu dan mencerahkan :two thumbs up:
    Sukses yah dan jangan berhenti berkarya!

  • Architectaria -feat- A M A said:

    @ Bp. Wahyu & Bp Hendri : Silahkan dibaca n semoga membantu yah :)

  • Mitchel Roreng said:

    Ini lagi valuable article yang di gratisin.. Suka sih, tp apa gak takut ntar jasanya gak dipai mas? mudah2an rejekinya lancar deh :-)

  • Toto Slamet said:

    Bagus sekali site ini, (bahasa Indonesia, sederhana dan bisa mencerahkan) semoga semakin banyak orang pandai dan pandai berbahasa Indonesia seperti ini, thanx banyak tulisan ini sangat membantu.

  • Anggara said:

    Akhirnya…
    Terima kasih ya atas artikelnya…

    Sama-sama

  • lila pristiwati said:

    saya mohon dapat diberikan gambaran untuk tanah berukuran324 m beserta desain rumah tampak luar,dankami inginkan ada 4 kamar ruang tamu ,dapur,gudang,garasi,musholla,temaruang keluarga.dan beda atap untuk kos-kosan 6 kamar,musholla,kamar mandi satu,terima kasih

  • rudi said:

    pak makasih atas bownya, pak adangak yang pakai harga 2008

  • Michael said:

    Perhitungan Rangka Atap dari Baja ringan + kayu

  • bambang said:

    Kalau untuk menghitung progress bangunan bagaimana ya pak? Maksud saya,dalam satu hari tukang dapat memasang pasangan bata berapa m2,plesteran berapa m2,galian berapa m2. Jadi kita bisa memprediksi bangunan dengan luas 100 m2,dapat diselesaikan dalam waktu sekian bulan. Berapa tinggi ideal tower air,sehingga air dapat mengalir lancar/cukup kencang keluarnya.Terima kasih atas pehatiannya.

  • Deasy said:

    Hi, Pak Aria…
    Senang sekali ada web. ini, menambah semangat dan ide.
    Saya rencana akan membangun rumah di lahan 10 x 25 dan rencananya saya tidak akan memaksimalkan luas lahan tapi disisakan untuk kolam renang dibelakang rumah. Gimana ya spy rumah ini kelihatan luas dan asri?? ( tidak bertingkat, konsep minimalis ) Sementara saya menginginkan 2 kmr tidur, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 dapur, 1 ruang makan menghadap ke kolam renang, 1 musholla, kamar mandi 1 di ruang tidur utama dan 1 di luar
    posisi tanah saya persis didepan jalan umum, tolong kirimkan rencana denahnya, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terimakasih.
    Wassalam

  • noverny said:

    Thank u so much pak atas artikelnya…
    Menambah pengetahuan saya dan menambah semangat saya dalam menyusun tugas…
    Pak kalau bisa minta bantuan??
    Bisa ngga saya minta materi tentang bagaimana cara kita menghitung hari kerja dalam suatu pekerjaan..
    Sampai sekarang saya masih tidak tahu, dan sebelumnya sempat tanya ke senior yang sudah kerja, tapi kata mereka itu hanya feeling saja..
    Menurut bapak bagaimana??
    Terima kasih…

  • Arch. Aria (author) said:

    Coba baca artikel ini. Semoga membantu yah :)

  • pep said:

    untuk analisa harga satuan pipa baja tolong ditampilkan

  • jekman simanjutak said:

    artikelnya bagus bangat menambah pengetahuan dan wawasan saya.tapi pak aku mau nanya gimana cara termudah dalam menghitung RAB

    Jawab:

    Nggak ada cara termudah menghitung RAB pak.. caranya sama. Hitung volume pekerjaannya, kemudian hitung analisa harga satuan pekerjaannya, kemudian kalkulasikan anggaran biayanya. :)

    Semoga membantu.

  • kuswaro dididk said:

    pak mo tanya donk…
    angka koefisien index BOW di dapat dari mana…
    n
    klo harga satuan itu yang ada di Dept. PU bukan…

  • asep said:

    saya rasa saya membutuhkan banyak informasi tentang teknik arasitektur beserta sipil

  • citra indah said:

    wah artikelnya sangat bagus sekali, dan berguna bagi kita yang sedang memimpikan rumah impian.

    salam
    citra indah

    Jawab:

    Thanks and semoga sukses yah dengan bisnis propertynya :)

  • luki susanto said:

    alhamdulillah dgn membaca artikelnya saya akan lanjutin motif rumah bagian depan.ok thank you and succes.

  • Aji said:

    Terima Kasih Pak Aria, atas artikelnya, mau tanya kalau hitungan untuk Pondasi, sloof, kolom dan baloknya gimana ya ?
    Terima Kasih ya Pak

  • kelik said:

    Terima kasih banyak Pak..

  • mieLs said:

    Terima kasih Pak Aria, artikelnya sangat bermanfaat buat saya dan keluarga.

    Regards,
    mieLs

  • jonk_banten said:

    Akhirnya nemu juga..
    Terima kasih buanyaak…
    Artikelnya bisa membantu sy ‘n klrga yg blm sanggup buat byr konsultan desain rumah tinggal…

  • andet said:

    matur nuwon sanget bwt artikellnya….sangat membantu saya dalam tugas penilain property suwon nggeh,,,,,,,,,

  • kolor said:

    matur suwun………….
    ad yg lain f,bwt referensi

  • kolor said:

    matur suwun………………
    da yg laen g,bwt referensi

  • zwarman said:

    nice info bro…dan gw hanya mo nambahin aja dari sisi owner/developer dan berdasarkan pengalaman di lapangan
    untuk upah borongan yang berlaku di lapangan ada dua versi
    1. upah borongan per plak, luas rumah dikali langsung harga borongan yang berlaku di lapangan
    misal rumah standar real estate tipe 36/90 maka upah borongan mandor per plaknya = 36 m2 x rp 250.000
    dan kalo diborongkan ke kontraktor bahan + upah biasanya 36 m2 x 1,75 jt
    dan asalnya 1,75 jt/m2 ini baru dari analisa harga satuan tapi biasanya bukan dari bow kalo di dunia developer
    2. upah borongan ketengan pekerjaan
    misal : pasangan bata upah borongan ketengannya rp 8000/m2

    kalo pakai koefisien2 bow wah..di dunia developer/owner sudah ditaruh di tong sampah bro..karena kalo dipakai maka kontraktor nya ketawa ngakak soalnya merasa pintar
    kalo di dunia developer ada istilah ” sebelum kontraktor nyolong kita colong duluan ”
    di lapangan rab hanya sebagai pedoman lebih banyak negoisasi
    thx

  • muchammad sofi'i said:

    kalo ada peraturan standart dengan acuan BOW untuk perhitungan pembangunan rumah RSH (misal: 1m3 pasangan bata dengan camp 1pc:3kp:10ps brapa sih kebutuhan bata merah,semen,kapur,pasir?…)makasih banyak pak…

  • fitr said:

    akhirnya ketemu juga terima kasih banyak..semoga di Indonesia ini semakin banyak orang-orang baik sot anda yg mau berbagi ilmunya

  • Syari said:

    Pak,rumah saya ukurannya 10×8meter.Gmn cara menghitung volume nya ya pak?,trims ats jawabannya pak.

  • yusuf said:

    mas, tolong dong RAB nya jangan pake format image, bisa ga pake excel. kirim ya yang type 90 ke email ku mathtrik@yahoo.com
    makasih

  • Andhika said:

    wah… makasih bnyk mas.. info’y bermanfaat bgt buat orng2 yg br belajar ky saya.. :)
    buat Mitchel Roreng, yg nama’y rezeki udh ada yg ngatur, jd ga perlu takut jasa kita ga d pakai, klo kita bs saling berbagi ilmu insya Allah jalan rezeki’y bs lbh d permudah.. amien… sukses truz buat semua’y.. :)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.