Architect :: Interior Designer :: Civil Engineer :: Project Planner
Print This Article
Email This Article
Kurang lebih seminggu yang lalu, saya telah membuat artikel tentang biaya desain bangunan arsitektur dan biaya produksi bangunan. Diakhir artikel saya menjanjikan pada beberapa orang pembaca blog ini untuk membuat perencanaan rumah tinggal secara lengkap, mulai dari gambar bangunan, perhitungan volume pekerjaan, perhitungan analisa harga satuan dan perhitungan RAB (Rencana Anggaran dan Biaya). Setelah bekerja keras kurang lebih seminggu lamanya.. hahahahaha, akhirnya proses perencanaan itu (saya harap anda bisa membedakan antara kedua istilah yang sering dipergunakan dalam bidang arsitektur dan teknik sipil, kedua istilah itu kadang sering terbalik-balik atau memang dibalik, atau lebih parahnya yg mengucapkan kadang tidak mengerti perbedaan diantara : PERENCANAAN dan PERANCANGAN) akhirnya dapat saya tampilkan. Namun karena panjangnya proses perencanaan itu, maka dengan berat hati harus saya pisahkan tahapan-tahapannya. Pada posting kali ini, saya akan menampilkan sketsa gambar pra rencana sebuah rumah minimalis modern type 90 beserta cara perhitungan volume setiap item-item pekerjaan nya.

Gambar-1 : Sketsa Pra-Rencana Layout dan Tampak Depan Sebuah Rumah Minimalis Modern Type 90
Ketika anda telah memiliki sebuah design rumah (output dari sebuah desain : denah/layout, tampak bangunan, gaambar perspekstif, gambar kerja, detail, potongan, dll), maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menghitung Volume Pekerjaan. Perhitungan Volume Pekerjaan dilakukan atas semua item-item pekerjaan mulai dari pembersihan lahan, pekerjaan galian, timbunan, pekerjaan tembok dan pekerjaan beton, pekerjaan kayu, pekerjaan atap, pekerjaan langit-langit/plafond, pekerjaan lantai, pengecatan, pekerjaan kaca, engsel dan kuci, pekerjaan sanitasi, pekerjaan instalasi, dan pekerjan-pekerjaan yang lain. Contoh dari perhitungan Volume Pekerjaan adalah sebagai berikut :









Hasil dari perhitungan Volume Pekerjaan dari seluruh item-item pekerjaan diatas akan menjadi variabel dalam perhitungan analisa harga satuan. Hasil perhitungan Analisa Harga Satuan pekerjaan selanjutnya dikumpulkan dalam rekapitulasi RAB (Rencana Anggaran dan Biaya) bangunan yang akan saya tampilkan pada posting artikel berikutnya. Sekali lagi saya akan bilang : keep your interest with this site
Architectaria - Arsitek dan Perencana
(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).
Popularity: 33% [?]
andiana
December 13th, 2007 at 8:49 am
pertamaxxx..
(sebelum komentar, mau berkeluh kesah, blog kau lagi error. sebel!)
rumahku tipe 45 yang diperluas jadi 54 alias gak ada taman lagi.hehehe..rencananya mau ditingkat ajah (meski tau kapan realisasinya). maklum rumah perumnas *geli sendiri*
bisa gak gambar di artikel ini diaplikasikan buat tipe 54?
Architectaria -feat- A M A
December 13th, 2007 at 3:54 pm
Pertama kali baca tulisan mbak *kaget* sekalian *geleng-geleng* apa iya blog saya eror…Hiks!
Klo sket gambar ini mau diaplikasikan bisa banget mbak diana.. Klo mbak pny rencana untuk membuat rumah 2 lantai itu lebih bagus..Istilahnya rumah tumbuh gituh :). Mungkin nanti yg dirubah pd layout lantai 1, mbak tinggal menghilangkan 1 kamar. Jd dilantai 1 cm ada 2 kamar + kamar mandi + pantri+ ruang tamu.. Nanti dilantai 2 bisa ditambahkan 1 kamar lagi + ruang jemuran, dsb.. Oc
andiana
December 13th, 2007 at 4:35 pm
persis yang aku bayangkan!
kalau di lantai 2 jadi 2-3 kamar plus kamar mandi plus ruang jemur….bisa gak? Maxa ya? soalnya rencana mau bikin kamar kost buat tambah penghasilan..hehehe….
aku udah sempet bikin cakar ayam (apa sih istilah arsitekturnya?) di bagian belakang rumah waktu aku beli 6 tahun lalu. mungkin kalo aku mau tambah lantai, cakar ayamnya kudu nambah di tengah dan depan x ye?
(kepanjangan gak seh?)
(soal blogmu, iya tadi sempet agak blur gak bisa dilihat. sekarang udah oke kok)
nengbiker
December 13th, 2007 at 4:59 pm
ARRGGGHHH ngitung gini ni dulu ga lulus kuliahnya aku.
Architectaria -feat- A M A
December 13th, 2007 at 5:00 pm
@ Aik : La…la…la…la… Hahahaha. Mau ditambahin tutorial perencanaan bar chart, s-curve n penjadwalan+pengendalian material gak? ekekekeke.. Peace ^.^
Architectaria -feat- A M A
December 13th, 2007 at 5:05 pm
@ Mbak diana : untuk lantai 2, mungkin untuk kenyamanan maximal hanya bisa 2 kamar + ruang tamu + kamar mandi + tempat menjemur.. kKarna harus dipikirkan juga ruang tangga untuk menghubungkan antara lanta 1 dan lantai 2.. Jd untuk kenyamanan sebaiknya jgn dipksakan untuk membuat 3 kamar tidur
Cakar ayam : Ini lebih masuk ke bidang teknik sipil daripada arsitektur.. Tp kebetulan mbak sedang bertanya pada orang yg juga insinyur teknik sipil…hehehe *narsis*..Pondasi cakar ayam itu Jenis pondasi dengan memanfaatkan tekanan tanah pasif untuk meningkatkan daya dukung tanah dalam mendukung bangunan diatasnya. Pondasi cakar ayam biasa digunakan pada daerah dimana kondisi tanahnya kurang baik mendukung beban (kondisi tanah kritis, akibat dari muka air tanah yang terlalu tinggi atau mendekati permukaan tanah pada elevasi 0.00 )
Contoh pondasi cakar ayam itu adalah pondasi stadion senayan yg dibangun didaerah yg dulunya daerah payau/rawa2..trus jalan tol sediatmo (kebetulan pondasi cakar ayam ditemukan Prof, R. Sediatmo). Kalo untuk menambah pondasi berarti musti bongkar rumah donk…hahaha, tp kalo di daerah yg tanahnya bagus seperti kebanyakan daerah di pulau jawa, mungkin tidak perlu menambah volume pondasi..krn bangunan 2 lantai juga tidak terlalu berat untuk disokong oleh pondasi dangkal tipe menerus seperti yg sekarang ada dibawah rumah mbak diana ..Semoga membantu
andiana
December 14th, 2007 at 9:05 am
oooohhhhhhh..gituh..soalnya takut ajah kalo gak pake cakar ayam tiba2 rubuh..hihihihihi….
trus, masalah rangka atap/kuda2/plafond…itu kan kayu ya? seperti yang sayah bilang kalau di daerahku itu rayapnya ganas2…kayunya mesti dioven dong ya? kalo ganti baja ringan bisa kan? mahalan mana?
-romanpicisan-
Architectaria -feat- A M A
December 14th, 2007 at 2:40 pm
Klo rangka atap pengganti kayu namanya truss .Bahannya baja ringan, Setelah ini Jangan dibalik balik yah
Kayaknya sekarang emank lebih bagus baja ringan.. Dan pilihan baja ringan itu lebih smart n dri tinjauan ekonomi jg gak rugi. Anggap aja baja ringan itu lebih mahal dikit, tapi kan lebih tahan lama. Kalo kuatnya harus diteliti, kuat desak, tekan, tarik itu kan hubungannya ama sifat fisis n mekanis bahan..Masing2 punya kelebihan n kekurangan. Tp pilihan pd baja ringan itu saya anggap smart.
andiana
December 14th, 2007 at 4:02 pm
heee..soalnya lagi liat2 buku desain di Giant, kok ada masalah baja ringan? wah, kayaknya oke juga tuh! anti rayap!heheheh…
trus masalah sanitasi, brubung rumah perumnas, jadi septic tank masih gabung ama tetangga belakang (serem ya?). kalo mo dipisah, gimana ya?
-romanpicisan-
Architectaria -feat- A M A
December 14th, 2007 at 5:11 pm
@ Mbak diana : Baja ringan ada masalah? Sebenarnya semua material bangunan punya masalah. Kayu rentan sama rayap, kurang kuat thd gaya geser, Beton kurang kuat thd gaya tekan arah melintang, baja kurang kuat thd gaya tarik aksial, dsb. Khusus untuk baja, masalh yg paling umum adalah: baja termasuk dalam material yg thermoplastis. Artinya sifat fisis dan sifat mekanis baja sangat dipengaruhi oleh temperatur. Jika temperatur/suhu terlalu tinggi maka secara fisis baja akan berubah bentuk, akibat dari perubahan bentuk penampang baja, akan mempengaruhi sifat mekanisnya, yaitu kekuatan baja dalam menahan gaya-gaya luar sampai pada batas terjadinya deformasi.
Kalo soal septic tank saya pikir tidak perlu untuk bikin baru..Krn saat perumahan dibuat, seharusnya perencana sudah menghitung kapasitas volume tampungan dari septic tank. Artinya klo 1 septic tank dibuat untuk melayani 2 rumah berarti septic tank itu mampu mengakomodasi flow in dan flow out “sampah” dari 2 rumah yg dimaksud. Semoga membantu
andiana
December 17th, 2007 at 10:26 am
iya, tapi tetangga belakang bawelnya 1/2 mati soal “bom nuklir” itu. warga dia lebih banyak, sementara warga rumahku cuman 2 orang (plus umar jadi 3) tapi kenapa bayar kalo ada pemberishan kudu 50-50??kan gak adil. makanya kepikiran bikin sendiri.
doain deh rejeki lancar, biar cepet2 renov rumah. musim ujan musim bocor neh…
-romanpicisan-
Architectaria -feat- A M A
December 17th, 2007 at 10:54 am
Ahahahahah.. kalo udah urusan sum-sum an setoran, saya bingung mbak. Tp kalo emank lahan nya masih ada n ada anggran khusus buat septic tank nya, saya pikir ide bagus juga klo mau bikin septic tank sendiri.
Mitchel Roreng
January 12th, 2008 at 1:08 am
Pertama kali saya ucapkan salam dari Kaltim.
Salut banget.. Kok berani sih “rahasia dapur” nya dikeluarin gitu aja? Setahu saya sih ngitung beginian mahal yah? Soalnya adik saya Sarjana Teknik Sipil juga. Tapi kok masnya ngasih gitu aja? EngGak semua orang bisa menghargai yng gratis loh. Kadang saking teganya, malah minta semua serba gratis. Dari gambar s/d biayanya.. (jd mikir, apa memang orang indonesia tidak bisa menghargai niat baik sesamanya). Kadang aneh sendiri, kalo semua gratis..tiss lantas arsitek seperti mas ini mau makan apa? ha ha ha..
Mudah-mudahan saja pengunjung architectaria lebih berperasaan dan enggak setega itu yah.
Huhuhuhu..iya nih pak michel, udah sempet sih ngalamin yg kayak gitu.. ada yg minta contoh gambar+harga nya (minta gratis maksudnya ;p~).. lah saya mau makan apa? klo dipikir juga aneh yah, mereka minta gretongan, emanknya mereka gak pny budget? Lah klo mereka minta semua free, lantas saya harus beralih profesi jd apa yah? saya gak bisa ikut google adsense kayak “orang-orang sukses” diluar sana. Saya juga gak bisa memberi mimpi (baca membodohi orang) : CEPAT KAYA DALAM 5 MENIT.. Pusing juga yah? apa bapak michel pny ide buat saya? hahahahaha..
Wibi Sulaksono
January 12th, 2008 at 12:10 pm
Haha..pak mitchel ini bisa saja
Rini Jumarnis
January 12th, 2008 at 12:30 pm
Valuable article detected! Hatur nuhun kang..
ardi
March 22nd, 2008 at 6:55 pm
dear mas architectaria,
saya dan istri baru membeli rumah dari orang tua. dgn luas tanah 9×10m (90m2). dan luas bangunan 6×7m (42m2)
saya ingin merenovasi rmh tsb, tapi rasanya seperti membangun rumah baru.
saya ingin ruangan mempunyai ruangan sbb :
ruang tamu, ruang keluarga (kalau tdk memungkinkan digabung saja dgn ruang tamu), kamar tidur utama dgn kamar mandi di dlm, kamar tidur, kamar mandi, ruang praktek dokter, dapur, ruang makan (kalau tdk memungkinkan digabung dengan dapur saja), kamar pembantu+kamar mandinya. ruang cuci + jemur di lt 2 dgn tangga besi melingkar. juga sedikit taman di halaman depan & belakang. apakah keinginan saya tsb memungkinkan di lahan tsb.
mohon bantuannya & kalau bisa dlm bentuk gambar denahnya ya mas..
terima kasih sebelumnya.
Jawab: Semuanya mungkin saja untuk diakomodasi pak Ardi.. Mengingat kebutuhan anda akan space dirumah, saya sarankan anda menghubungi arsitek yg anda percayai.. pergunakan jasanya.
Chintya
April 24th, 2008 at 8:56 pm
dear mas architectaria,
mas saya mahasiswi teknik sipil sedang membuat RAB untuk mata kuliah manajemen konstruksi, apa mas punya buku BOW, kalau bisa bisa dikirimkan ke email sya, maaf sebelumnya
trims
Jawab: Buku BOW diperpustakaan kampus mbak Chintya pasti ada deh..Kalau dikirim lewat email gak bisa dong
Karamah
April 29th, 2008 at 4:22 pm
Mau tanya neh,
Gimana caranya untuk mengukur luas atap bangunan 5 x 5 mtr,
berapa jumlah kuda2nya, atapnya bentuk limas dan pelana
Jawab: Menghitung luas atap bangunan? sebenarnya ribet kalau gak ada gambarnya.. jadinya model tebak2an. Itu kan sudah ada ukurannya 5 m x 5m = 25 m2
Untuk kuda-kuda dibuat aja perjarak 2,5 m, jadi peletakannya masing2 diujung dan ditengah..berarti ada 3 buah (ini untuk jenis atap pelana).
Kalo untuk model atap limasan.. karena ukurannya persegi 5m x 5m dipakai 1 kuda-kuda ditengah (arah melintang atau memanjang) kemudian dr bubungan ditambahkan kaki kuda-kuda ukuran 6/12 masing-masing ke ujung/sudut tembok (4 buah).
Untuk kebutuhan kayu nya..baca aja artikelnya.. Semoga membantu.
saryudi
April 30th, 2008 at 1:32 pm
permisi Mas, saya mau numpang nanya nih.
Mas punya panduan untuk tata ruang rumah sakit ga?
soalnya sekarang saya sedang ad tugas u/ perencanaan rumah sakit.
thanks B4
DANDUN PRAKOSA
July 24th, 2008 at 1:24 pm
pak, mohon info gambar detail rangka plafond seperti tangga yg ada tempat lampu di dalamnya, atau cahaya dari dalam
Arch. Aria
July 24th, 2008 at 2:58 pm
Yang model drop ceiling atau raise ceiling ? Biasanya pakai frame aluminium hollow biar mudah instalasi or kostumisasinya pak, ditambah gypsum board, kalsiboard atau multiplex n recessed light.
gita
July 26th, 2008 at 4:13 pm
Hallo Bapak,
Saya rencana mau bangun rumah dengan 4 kamar tidur, bisa gak ke 4 kamar tidur tsb viewnya ke satu arah (danau) walau lokasinya tanahnya tidak dipinggir danau, luas tanah 2500m2 tapi sebagian mau buat kebun . Thanks Bapak atas informasinya.
Arch. Aria
July 26th, 2008 at 4:22 pm
Kalu bu Gita minta jawaban saya, maka saya akan jawab Bisa. Tapi prosesnya gak bisa dibahas disini.. Silahkan mengirimkan email, alamat email bisa dilihat dihalaman contact.
sir.barry
September 12th, 2008 at 4:38 am
Ternyata udah lengkap yah,om!
maaf td saya bloom membaca semua artikelnya!
saya coba baca artikelnya semuanya!
sebelumnya saya minta izin untuk melihat sebagai pedoman saya dalam belajar!
terima kasih lg deh!
Faris
November 2nd, 2008 at 8:25 pm
Mas saya mempunyai sebidang tahan ukuran 26 x 10.7.
Saya ingin membuat pondasi dulu dengan estimate kamar 5 buah kamar. Satu kamar inti 3 kamar untuk anak2 dan satu kamar pembantu.
Mohon masukan sket gambar dan biaya pondasi ?
Rika
November 7th, 2008 at 9:46 pm
Salam kenal Pak Aria…saya dan suami punya rencana mau renovasi rumah yang kami tempati sekarang ini secara total..luas tanahnya 222 meter persegi mengahadap ke barat…model bangunan yang ingin kami buat adalah seperti rumah2 belanda yang memiliki atap yang tinggi sehingga aliran udara bagus dan tidak panas tapi tingkat 2..untuk konsep rumah impian kami ini adalah “healthy home” dimana terdapat banyak ruang terbuka hijau didepan, didalam dan dibelakang rumah…menurut bapak apa yang harus kami persiapkan untuk proses2 pembuatan rumahh impian ini..karna kami belum mempunyai gambar contoh..thx rika
Rika
November 7th, 2008 at 9:50 pm
oh ya untuk informasi..rumah yang sekarang kami tempati adalah bangunan lama sekitar tahun 70an..dengan konstruksi bangunan yang sudah mulai jelek..mulai dari dinding yang mengelupas, atap bocor sana sini dan lain sebagainya..termasuk lebih rendah dari jalan depan rumah..rencananya mau diurug sekitar 2 mtr..gmn menurut bapak…
endang
November 12th, 2008 at 6:02 am
Salam kenal pak Aria,
Saya membuat dua lubang septic tank mepet dengan konstruksi sepatu. Salah satu lubang berfungsi sebagai resapan. apakah resapan itu akan mempengaruhi kekuatan sepatu? Apakah resapan itu bisa membuat tanah di sekitar sepatu menjadi lembek dan memungkinkan tanah di bawah sepatu bisa ambles ?
trims
Jawab:
Mungkin yang dimaksud kontruksi sepatu itu pondasi jenis pelat kaki (foot plate) yah?
Sebenarnya resapan air itu bukan mengurangi kekuatan pondasinya, tapi mengurangi kerapatan atau gradasi butiran tanah disekitar pondasi.. Jika kerapatan butiran tanah itu berkurang, maka kemampuan tanah menerima beban bangunan yang berasal (disalurkan) dari pondasi juga akan berkurang.. Akibat jangka panjangnya seperti yang ibu/mbak Endang katakan, tanah disekitar pondasi akan turun/amblas, sehingga struktur bangunan diatasnya sedikit banyak menjadi tidak aman.
Demikian dari saya, semoga membantu..