Arsitektur Bergaya Mediterania – Salah Satu Gaya Arsitektur Paling Populer di Indonesia

desain ruang tamu bergaya mediterania

Mengenal lebih dekat tentang gaya arsitektur Mediterania yang menyangkut sejarah, tipe, serta karakteristiknya.

Arsitektur Medierania saat ini tergolong salah satu gaya arsitektur yang sangat populer. Banyak rumah-rumah baru di Indonesia yang mengadaptasi gaya arsitektur ini. Dari tiap rumah yang menerapkan gaya ini, tentu ada fitur-fitur yang serupa yang menjadikannya ciri khas dari gaya mediterania. Namun, meskipun kita terap mendengar istilah ini atau bahkan telah menrapkannya pada gaya arsitektur rumah kita, tak banyak yang memahami seluk beluk arsitektur ini beserta sejarahnya.

Untuk itu, kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai arsitektur mediterania, mulai dari sejarah, fitur-fitur penting, dan karakteristik lain.

Sejarah Arsitektur Mediterania

Gaya arsitektur Mediterania berasal dari bangunan-bangunan Mediterania di jaman dahulu. Gaya bangunan jaman dahulu kebanyakan dibuat atas landasan geografis. Kondisi geografis Yunani, yakni daerah dimana gaya arsitektur ini berasal, cenderung sejuk dengan intensitas matahari sedang dan terpaan angin yang cukup tinggi. Untuk itulah, struktur bangunan Mediterania ini dibuat agar tahan di daerah yang berangin seperti di Yunani.

Hal lain yang mendapat pengaruh dari kondisi iklim geografis Yunani adalah pemilihan warna-warna dekorasinya yang cenderung lembut dan pucat sesuai dengan kondisi iklim yang sejuk. Warna-warna yang terinspirasi dari alam yakni warna putih yang berasal dari pasir pantai, warna biru dan hijau yang berasal dari laut.

Sedangkan warna coklat kemerah-merahan dan kuning pucat yang juga sangat melekat pada gaya arsitektur Mediterania, khususnya yang berasal dari Spanyol, merupakan representasi dari gurun yang berada di bagian selatan. Sehingga, secara keseluruhan warna-warna yang digunakan pada arsitektur Mediterania ini mengadopsi warna alam.

desain rumah bergaya mediterania

Desain Arsitektur Rumah Bergaya Mediterania

Tipe-Tipe Arsitektur Mediterania

Secara umum, ada 3 tipe arsitektur Mediterania, yakni ala Italia, Yunani, dan Spanyol. Masing-masing tipe memiliki ciri khas yang membedakannya dari satu tipe dengan tipe yang lain. Arsitektur Mediterania ala Italia misalnya, arsitektur ini banyak menerapkan lantai marmer, penyangga langit-langit/plafon yang terbuat dari kayu, serta penggunaan kandelar berbahan besi yang dipasang menggantung di langit-langit. Kemudian, furnitur yang ada di dalam rumah biasanya berukuran besar, dilapisi dengan kain atau plastik, dan meja atau kursinya dibuat dengan banyak pahatan dan ornamen.

Barang-barang gerabah dan keramik seperti vas bunga dan guci juga banyak menghiasi rumah bergaya Mediterania ala Italia ini.

desain ruang makan bergaya mediterania

Desain Interior Ruangan (Ruang Makan) Bergaya Mediterania

Tipe arsitektur Mediterania ala Yunani mungkin terlihat lebih sederhana, praktis, dan tak terlalu mewah seperti halnya ala Italia. Dinding dan lantai dibiarkan halus berwarna putih sedangkan furnitur lebih banyak berlapis kain berwarna hijau dan biru laut. Sedangkan arsitektur Mediterania ala Spanyol lebih cenderung mirip dengan tipe ala Italia, yakni banyak mengelaborasi warna-warna yang beragam serta penggunaan berbagai jenis material.

Warna-warna biru tua juga kerap muncul pada tipe ini dan membedakannya dengan tipe Italia. Tetapi, jika arsitektur Mediterania ala Italia lebih menerapkan penggunaan warna-warna merah dan kuning yang menyala, pada tipe Spanyol kedua warna tersebut justru terlihat lebih lembut, natural, dan membumi sehingga tidak terlalu mencolok.

Karakteristik Arsitektur Mediterania

Meskipun arsitektur Mediterania ini terbagi dalam 3 tipe, namun ada beberapa hal yang sama dan merupakan ciri khas dari gaya furnitur Mediterania. Salah satunya adalah kesetaraan penanganan antara area indoor dan outdoor. Tak seperti gaya arsitektur lain yang kerap menomorduakan area outdoor, arsitektur Mediterania memperlakukan area ini dengan porsi yang sama seperti area indoor.

Sebagai bukti, area outdoor sering juga dihiasi, diberi ornamen, serta dilengkapi dengan furnitur – furnitur seperti meja dan kursi. Outdoor furnitur ini biasanya berupa meja panjang yang terbuat dari kayu utuh dan bisa digunakan untuk 12 orang. Bentuk kursinya cenderung sederhana dan terkadang dibuat juga dari kayu. Tak jarang, area luar ruangan ini juga sering dijadikan dapur terbuka (open kithen) untuk keperluan tertentu.

desain dapur  bergaya mediterania

Desain Interior Ruangan Dapur Bergaya Mediterania

Dapur pada arsitektur gaya ini biasanya menggunakan warna kuning tua atau putih dan dinding dapur biasanya dipasangi ubin. Selain itu, tepian jendela pada dapur juga dibuat agak luas untuk menempatkan tanaman – tanaman herbal dalam pot yang tak jarang digunakan sebagai salah satu bumbu dalam masakan. Marmer, granit, dan batuan alam lain kerap digunakan sebagai material dalam arsitektur Mediterania sebagai countertop, yakni bagian permukaan meja pada dapur.

Ornamen lain yang dapat kita temui di dapur ala Mediterania yakni keberadaan ubin lukis. Ubin-ubin yang permukaanya dilukis ini dipasang di dinding untuk mempercantik tampilan dapur. Sedangkan furnitur lain di dapur seperti kabinet, biasanya dibuat dari besi tempat.

Untuk dekorasi interior di ruangan lain, aksesoris merupakan hal yang penting untuk lebih menimbulkan kesan Mediterania itu sendiri. Penggunaan barang-barang seperti guci, vas, dan hiasan yang terbuat dari keramik sangat kerap kita temui. Selain itu, pemilihan wallpaper atau permadani haruslah selaras dengan lantai di ruangan tersebut.

Terakhir, kombinasi yang apik antara material yang digunakan, pemlihan warna, serta dekorasi interior ruangan menjadikan gaya arsitektur Mediterania terlihat berbeda namun tetap disukai masyarakat hingga kini.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

1 Comment

  1. Hmm it seems like your site ate my first comment (it was super long) so I
    guess I’ll just sum it up what I had written and say, I’m
    thoroughly enjoying your blog. I too am an aspiring blog blogger but I’m still
    new to the whole thing. Do you have any recommendations for first-time blog writers?
    I’d definitely appreciate it.

Leave a Comment