Aman dan Nyaman Beraktivitas di Dapur

rak-kabinet-dapur1

Tips aman nyaman beraktifitas di dapur dengan memperhatikan tingkat kebersihan dan keselamatan dalam memasak dan menyajikan makanan.

Bagi ibu rumah tangga, mereka kerap menghabiskan sebagian waktunya dengan berlama – lama di dapur. Dapur selain digunakan sebagai area untuk menyiapkan dan menyajikan hidangan, tak jarang juga dimanfaatkan sebagai area makan. Selain itu, mereka yang gemar memasak tentunya tak akan segan menghabiskan waktunya dengan berlama – lama di dapur.

Namun, tahukah Anda bahwa banyak kecelakaan ringan hingga bahaya besar di rumah berasal dari dapur? Kita ambil contoh yang paling sederhana. Bagi Anda yang sering memasak, pasti resiko teriris pisau merupakan hal yang paling sering dialami. Hal tersebut masih tergolong ‘kecelakaan kecil’, karena masih ada beberapa bahaya lain yang timbul dari dapur, mulai dari konsleting hingga masalah kompor meledak akibat tabung gas yang bocor yang beberapa waktu lalu cukup menjadi perbincangan hangat.

Mengingat pentingnya peran dan keberadaan dapur di rumah, tak ada salahnya Anda menerapkan langkah – langkan pencegahan bahaya untuk meningkatkan keamanan dalam beraktifitas di dapur. Mungkin banyak yang belum paham mengenai prosedur keamanan pada dapur. Padahal dengan menerapkan standar keamanan yang tepat, maka orang – orang yang beraktifitas di sana bisa menjadi lebih aman dan nyaman.

Apa itu prosedur keamanan di dapur?

Prosedur keamanan di dapur tidak hanya berkaitan dengan pencegahan bahaya saja, tapi juga berkaitan dengan cara penyajian dan proses memasak makanan. Karena di area inilah makanan sehari – hari kita diproduksi, maka penting untuk memperhatikan tingkat kesehatan dan higienitasnya di samping memperhatikan faktor keamanan orang yang menyajikan masakan di sini. Sebab, jika orang menyajikan masakan di dapur yang tidak terjaga kebersihan, keamanan, dan kenyemanannya, otomatis hal ini akan berdampak pada makanan yang akan dikonsumsi seluruh anggota keluarga.

Dengan menerapkan standar dapur yang tepat, bersih, dan nyaman, hal ini tentu akan mengurangi resiko bahaya yang bisa disebabkan aktifitas di dapur ini. Untuk itu, berikut ini beberapa resiko, cara pencegahan, serta poin penting berkaitan dengan tips aman dan nyaman beraktifitas di dapur.

1. Gangguan kesehatan akibat proses memasak yang salah & cara pencegahan

Banyak orang kerap mengalami masalah kesehatan setelah mengkonsumsi makanan yang diolah dengan cara yang salah dan di dapur yang kurang higienis. Untuk mengurangi resiko ini, Anda perlu memastikan bahwa semua bahan makanan termasuk peralatan yang digunakan untuk memasak hingga tempat memasak terjaga kebersihanya.

Pastikan bahwa alat yang digunakan untuk memasak daging dan sayuran dipisah / dibedakan. Sebab, bakteri dari daging segar bisa menempel pada bahan makanan lain yang dipotong dengan pisau yang sama yang digunakan untuk memotong daging. Akibatnya, bahan makanan yang tadinya sehat malah justru terkontaminasi dan mengakibatkan orang yang mengkonsumsinya terserang sakit.

rak-kabinet-dapur2

Rak Dapur Sebagai Tempat Penyimpanan Berbagai Peralatan (Kitchenware)

2. Cari tahu cara menggunakan pisau yang tepat

Resiko teriris adalah hal yang sering kita temui terutama bila kita mesti menggunakan pisau untuk memotong bahan makanan. Namun, resiko jari teriris bisa diminimalisir asal kita memilih jenis pisau yang tepat untuk bahan makanan tertentu plus cara menggunakannya.

Penting untuk diperhatikan tingkat ketajaman pisau. Untuk pisau dengan permukaan yang tipis dan tajam, maka Anda tak perlu menekan saat memotong. Namun bila pisau yang Anda gunakan tak terlalu tajam, Anda mesti memberikan sedikit penekanan agar bahan makanan bisa teriris dengan sempurna. Juga, pastikan jari Anda jauh dari ujung pisau. Tetaplah berkonsentrasi ketika memegang pisau, bila perlu, gunakan sarung tangan untuk menuntupi jari agar tak teriris.

3. Pentingnya menjaga suhu dapur

Karena di dapur kita kerap menyalakan kompor, otomatis suhu di ruangan ini cukup panas. Suhu dapur yang terlalu panas bisa membahayakan tabung gas, karena bisa memicu kebocoran yang mengakibatkan ledakan hingga kebakaran. Maka, usahakan dapur Anda memiliki ventilasi udara atau jendela yang bisa dibuka sewaktu – waktu, sehingga udara dalam dapur tidak terlalu panas / pengap.

4. Perhatikan keamanan dalam menggunakan kompor , tabung gas, dan oven

Kompor, tabung gas, dan oven merupakan dua alat yang cukup berbahaya yang terdapat pada dapur dan kerap menjadi pemicu terjadinya ledakan / kebakaran. Maka, sebaiknya dalam melakukan aktifitas dapur yang melibatkan tiga alat ini, Anda perlu selalu waspada dan jangan lengah atau meninggalkan dapur dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hal lain yang tak kalah penting adalah Anda perlu memperhatikan letak / lokasi alat – alat tersebut. Pastikan lokasinya tidak jauh dari sumber air, sehingga bilamana terdapat percikan air yang keluar, Anda bisa langsung mengambil air / kain yang telah dibasahi dengan air, untuk memadamkan percikan api.

5. Jauhkan anak kecil selagi memasak

Terkadang, anak – anak memiliki keingintahuan yang besar termasuk ingin menjajal aktifitas yang ada di dapur. Namun, jika anak – anak masih berusia balita, sebaiknya jauhkan dia dari area dapur karena di area ini banyak hal yang bisa membahayakannya. Ia bisa saja meraih benda – benda tajam seperti gunting, pisau, garpu, dll. Ia juga bisa menyentuh benda – benda yang panas, seperti kompor, termos, hingga oven yang bisa melukai tangannya.

Oleh karena itu usahakan untuk meletakkan benda – benda yang berbahaya di tempat yang tinggi dan susah dijangkau. Selain itu, pastikan anak Anda beraktifitas di ruangan lain selagi Anda memasak di dapur.

Selamat mencoba 🙂

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment