9 Variasi Beton Dekoratif yang Paling Populer (Bagian 1)

desain interior concrete house

Definisi beton dekoratif, manfaat, kegunaan, teknik mengaplikasikan dan 9 variasi beton dekoratif yang paling populer.

Beton dekoratif adalah teknik dan penerapan beton sebagai media yang tidak hanya berfungsi untuk konstruksi, tetapi juga sebagai struktur yang estetis dan menjadi bagian yang integral dari bangunan itu sendiri. Beton dekoratif ini biasa kita temui pada penggunaan di lantai, dinding, jalan setapak, teras, lanskap, dan elemen lain.

Beton dekoratif ini sejatinya adalah beton biasa yang telah mengalami transformasi setelah diberi bahan tertentu dan diperlakukan dengan teknik tertentu untuk memperoleh tekstur, tipe, warna, hingga bentuk beton yang ini. Jenis – jenis teknik beton dekoratif meliputi tamped concrete, acid staining, decorative overlays, polished concrete, epoxy coating, poles, engraving, form liner, concrete countertops, vertical overlays dan masih banyak lagi tergantung dari kreatifitas masing – masing.

Manfaat dan keuntungan penggunaan beton dekoratif (decorative concrete)

Kini, penggunaan beton dekoratif semakin diminati. Beberapa alasan banyak orang menggunakan beton dekoratif ini di antaranya:

1. Desain, motif, dan kreasi beton cukup bervariasi dan sifatnya tahan lama

Dibandingkan dengan penggunaan ubin biasa, beton dekoratif memiliki keuntungan karena kita lebih bebas dan fleksibel dalam menentukan motif, pola, bentuk, dan tekstur yang ingin kita terapkan pada lantai. Selain itu, beton dekoratif ini cocok diterapkan di mana saja, baik untuk penggunaan indoor maupun outdoor. Beton ini mampu bertahan dalam waktu yang lama tanpa perawatan khusus. Biaya yang diperlukan pun relatih lebih murah dibandingkan kita menggunakan ubin keramik biasa.

2. Mudah diaplikasikan dan dibersihkan

Cara pengaplikasian atau pembuatan beton dekoratif juga cukup mudah, yakni dengan alat pewarnaan, alat pembuatan grafis, dan pelapisan. Kita bisa menciptakan beton dekoratif dari salah satu alat tersebut atau kombinasikan semua alat tersebut untuk mewujudkan desain grafis serta terkstur yang ingin dicapai.

Jenis – jenis teknik beton dekoratif (decoratve concrete)

1. Stamped concrete (beton cetak)

Stamped concrete adalah proses penambahan tekstur dan warna untuk beton agar membuatnya menyerupai batu, batu bata, batu tulis, dan banyak material lainnya. Bahkan, kadang beton ini bisa dibuat dengan tekstur yang menyerupai bahan alami, misalnya kayu, fosil, atau kerang. Beton dekoratif model ini biasa diterapkan pada area yang tak terlalu luas. Dengan daya tahan yang cukup besar dan biaya yang rendah, stamped concrete ini sering diaplikasikan pada proyek-proyek konstruksi dan renovasi bangunan baru.

Cara pembuatannya dengan menekan cetakan ke beton saat beton masih dalam keadaan basah dan permukaanya dilapisi plastik. Setelah itu, lepas plastiknya dan beri warna yang disukai untuk mendapatkan kesan alami. Bahan yang bisa dipakai sebai pewarna misalnya staining acid atau Antique release.

Stamped concrete dapat diterapkan di sudut mana saja terutama di bagian eksterior yang meliputi jalan setapak, patio, area parkir dan halaman belakang. Seiring berjalannya waktu dan karena paparan cuaca, mungkin saja warna beton akan memudar. Anda bisa menambahkan cairan semen basah di atasnya dan beri warna yang Anda inginkan. Cara ini juga digunakan untuk memulihkan dan meremajakan permukaan beton.

desain interior ruang keluarga dengan lantai beton

Desain Interior Ruang Keluarga dengan Lantai Beton

2. Concrete dyes (beton celup)

Concrete dyes biasanya menggabungkan banyak bentuk, desain, tekstur dan komposisi yang diaplikasikan sekaligus pada sebuah area. Beton ini cukup fleksibel di tempatkan di area mana saja, baik di area perumahan maupun area komersial, termasuk digunakan pada dinding penahan/peredam suara, jembatan, countertops, hingga lantai.

Pada pertama kali kemunculannya, Concrete dyes dibuat dari tinta cetak biasa yang dilarutkan dalam campuran alkohol dan diaplikasikan pada permukaan beton untuk menciptakan warna beton abu-abu. Ketika pewarna ini terkena sinar matahari, warna efek dari alkohol akan membuatnya lebih cerah atau pucat sama sekali, tergantung dari komposisi alkohol dengan tinta. Oleh karena itu, beton dengan pewarna yang menggunakan bahan alkohol sebaiknya diaplikasikan pada interior yang tidak terpapar sinar matahari langsung.

3. Staining acid

Beton dengan staining acid tidak menggunakan teknik pencelupan atau pewarnaan dengan cat biasa, melainkan dengan proses alami melalui reaksi kimia. Bahan kimia yang umum digunakan dalam pewarnaan asam termasuk asam klorida, besi klorida dan natrium bikarbonat. Campuran air, garam mineral dan sedikit muratic acid diterapkan pada permukaan beton selama satu sampai empat jam. Reaksi kimia dengan mineral yang terkandung dalam beton (terutama kapur) akan menciptakan tone warna baru yang baru dan lebih membumi dan warna alami ini sulit didapat dengan mengaplikasikan cat biasa.

Setelah warna yang diinginkan terlihat, noda – noda sisa yang ada di sekitarnya mesti dihilangkan dengan larutan amonia dan air atau baking soda untuk membantu meningkatkan ph atau kadar keasaman kembali ke normal. Karena permukaan lantai beton tidak rata dan sedikit kasar, kadang dalam reaksi kimia staining acid akan tercipta tampilan yang beraneka ragam atau bintik-bintik yang unik.

Pengaplikasian teknik ini sebaiknya langsung pada beton yang baru dan bukan beton yang lama. Sebab, beton yang lama terutama beton eksterior akan mengalami pengikisan mineral, dan semakin sedikit kandungan mineral pada beton, maka semakin sulit staining acid untuk bereaksi.

bersambung.

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

1 Comment

  1. Teknologi beton yang dikenal masyarakat luas umumnya dipersepsikan sebagai produk yang berfungsi sebagai penunjang konstruksi atau struktur bangunan rumah serta diketahui memiliki keawetan (durability) tinggi. Namun di saat ini beton juga dapat di aplikasikan sebagai material finishing bangunan rumah. Beton decoratif (Concrate Decorative) merupakan penggunaan untuk meningkatkan estetika dari sebuah konstruksi atau struktur – sumber

Leave a Comment