9 Langkah Menghemat Penggunaan Air Ketika Menyiram Tanaman

nozzle_air

Cara menghemat, memanfaatkan, dan mengefektifkan penggunaan air untuk tumbuhan di taman.

Air bersih merupakan salah satu sumber daya alam yang kini jumlahnya semakin terbatas akibat polusi dan penggunaan yang berlebihan. Terlebih di kota – kota besar, keberadaan air bersih menjadi semakin langka dan mahal untuk didapatkan. Maka dari itu, semestinya kita melakukan penghematan dalam menggunakan air, dimulai dari cara – cara yang sederhana misalnya dengan mengurangi penggunaan air untuk menyiram tanaman.

Ya, kadang tanpa sadar kita melakukan banyak sekali pemborosan air, yaitu dengan menyiram tanaman secara berlebihan. Melalui 9 langkah membuat penggunaan air efektif di taman, Anda akan diajarkan bagaimana mengelola dan memanfaatkan air agar tidak terlalu meluber berlebihan.

  • Perhatikan kondisi tanah

Beberapa tipe dan kondisi tanah dipercaya mampu menyerap air dengan cepat dan menyimpan air dengan baik. Semakin banyak material organik yang terkandung di dalam tanah, maka akan semakin baik kualitas tanah dalam menyimpan dan menjaga cadangan air tanah tanpa takut tercemar zat – zat kimia. Jika tanah di kebun atau taman Anda terlihat kering dan tandus, Anda bisa menambahkan bahan organik seperti daun – daunan kering yang sudah dicacah kecil – kecil, cacing, potongan – potongan sayur yang kecil – kecil, kompos organik, dan material alami lainnya.

  • Buat kompos

Saat ini, semakin jarang orang yang bersedia mengolah sisa – sisa sampah organik seperti potongan buah, sayur, rumput, daun kering menjadi kompos. Padahal, kompos adalah pupuk alami yang mampu meningkatkan dan memperbaiki kondisi tanah. Cukup sediakan tong khusus di kebun, isi dengan sampah organik lalu tutup tong tersebut dengan rapat. Pastikan lokasi tong adalah lokasi yang minim sinar matahari. Dalam beberapa minggu atau beberapa bulan, sampah yang tertimbun akan berubah menjadi kompos yang siap digunakan untuk pupuk.

  • Tanamlah tanaman yang memerlukan sedikit air / air dalam kuantitas yang tak banyak

Demi mengurangi kuantitas air yang digunakan untuk menyiram tanaman, usahakan memilih jenis tanaman yang memerlukan sedikit air untuk ditanam di kebun atau taman. Pilih jenis tanaman yang ever green dan bukan tumbuhan musiman. Selain itu, pilih jenis tanaman lokal dengan ukuran daun yang tak terlalu besar. Ukuran daun yang lebar akan membuat tanaman mudah mengalami penguapan, sehingga membutuhkan kuantitas air yang lebih banyak. Anda bisa juga memilih jenis taman yang memiliki kandungan air tinggi, sehingga bisa menampung cadangan air dalam jumlah banyak.

  • Cabut semua rumput dan tanaman liar

Keberadaan rumput dan tanaman liar dalam kebun akan turut mengurangi ketersediaan air tanah yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk tanaman utama. Oleh karena itu, penting untuk mencabut semua rumput dan tanaman liar yang hidup di lahan kosong atau di sela – sela tumbuhan yang Anda tanam. Cabut rumput dan tanaman liar sampai ke akarnya, sehingga tidak mudah tumbuh kembali.

  • Gunakan Mulch dan sebarkan di atas permukaan tanah

Mulch (jerami atau rumput setengah busuk) merupakan alat ampuh untuk mengurangi penggunaan air pada tanah. Cara penggunannya yakni dengan menyebarkan mulch ini pada permukaan tanah. Mulch bisa mencegah penguapan air tanah, mendinginkan sekaligus melembabkan permukaan tanah, dan menahan agar tanaman dan rumput liar tak mudah tumbuh. Setelah beberapa hari, mulch ini akan membusuk secara total dan menyatu dengan tanah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah.

  • Sirami tanaman pada waktu – waktu yang dingin

Dalam menyirami tanaman, perhatikan waktu yang tepat dan lakukan sesuai jadwal secara rutin. Ada baiknya menyiram tanaman di kala hari masih cukup dingin, misalnya di pagi hari atau di sore hari menjelang malam. Dengan begitu, air akan lebih banyak terserap tanah serta tumbuhan. Menyiram air di siang hari di bawah sinar matahari akan membuat air cepat menguap, sehingga akan lebih banyak air dihabiskan untuk menyiram tanaman.

Jangan melakukan penyiraman setiap hari. Ada baiknya sebelum menyiram tanaman, lihat kondisi tanah dan tanaman terlebih dahulu. Jika tanah terlihat sedikit kering, ini pertanda bahwa Anda mesti segera menyiraminya dengan air.

  • Kelompokkan tanaman berdasarkan kebutuhan airnya

Ada jenis tanaman yang memerlukan banyak air, namun ada juga tanaman yang hanya butuh sedikit air. Kelompokkan tanaman – tanaman tersebut berdasarkan kebutuhan airnya, dengan demikian akan lebih mudah bagi Anda untuk menyiraminya dengan air dengan jumlah yang pas.

  • Gunakan alat penghemat air

Saat ini telah ada teknologi irigasi otomatis misalnya Drip irrigation systems dan perforated soaker hose yang mampu mengefektifkan penggunaan air di taman. Drip irrigation systems bekerja sangat efisien dengan mengarahkan aliran air langsung ke tanaman atau bagian yang memang membutuhkan air.  Sementara perforated soaker hose bekerja dengan mengalirkan air secara perlahan melalui bawah tanah, sehingga mengurangi penguapan.

  • Tanam tanaman dalam pot

Menanam tanaman dalam pot – pot kecil akan membantu mengefektifkan dan mengurangi penggunaan air karena kita bisa lebih fokus dalam menyirami tanaman, yakni hanya di seputar pot saja tanpa perlu melebar kemana – mana. Pilih jenis pot dari terakota yang mampu menyerap air. Jangan gunakan pot dari bahan logam karena bahan ini cenderung panas bisa terkena matahari, akibatnya air akan cepat menguap. Bisa juga menggunakan pot plastik dengan lubang drainase yang secukupnya di bagian bawah pot.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment