5 Sudut – Sudut Kotor pada Dapur yang Jarang Disadari

Kitchen sink and washing up in summer sunlight

5 wilayah paling kotor yang ada pada dapur beserta cara mengidentifikasi dan mengatasinya.

Anda mungkin tak akan mengira bahwa dapur yang bersih dan tampak mengkilat bisa saja menyimpan sejuta bakteri maupun kuman. Kuman dan bakteri ini biasanya tersembunyi di sekat – sekat atau di area yang sering dijangkau. Kuman sekaligus bakteri akan dengan mudah menyebar melalui sentuhan kulit serta melalui udara.

Dampak yang ditimbulkan bisa berbahaya, sebab kuman dan bakteri ini dapat menurunkan kualitas kesehatan penghuni rumah. Namun karena kuman dan bakteri ini tidak mudah diidentifikasi dengan mata telanjang, jangan heran bila kita kerap tidak menyadari mana sudut – sudut dapur yang dihinggapi kuman. Agar dapur Anda tetap bersih dan terbebas dari kuman, pastikan Anda tidak melewatkan kelima sudut ini ketika Anda membersihkan dapur.

1. Handle / pegangan pada lemari pendingin

Percaya atau tidak, bakteri dan mikroba yang bisa kita temui pada daging ayam, daging babi, dan daging sapi mentah juga bisa kita temui pada handle atau pegangan pada lemari pendingin. Penelitian ini dikemukakan oleh Dr. Eric E. Schadt, kepala bidang genetika dan ilmu genom di Mount Sinai School of Medicine.

Mengapa bisa demikian? Hal ini tentunya tak luput dari kesalahan kita sendiri. Kita sering mengambil daging mentah yang kita taruh di lemari pendingin, kemudian kite memegang handle tanpa sempat mencuci tangan. Tak heran bila banyak bakteri dan mikroba yang akhirnya berpindah dari daging, ke tangan, kemudian melekat pada pegangan lemari pendingin. Solusinya, setelah memegang daging jangan biarkan tangan menyentuh apapun sebelum cuci tangan. Gunakan sabun khusus pencuci tangan selama 15 detik agar kuman dan bakteri benar – benar mati.

2. Air kran

Air bersih yang biasa disalurkan dari kran sangat dibutuhkan dalam proses penyajian makanan. Tetapi, waspadalah dengan tingkat kebersihannya. Sebab, tak jarang air kran banyak dihinggapi kuman dan bakteri. Kuman dan bakteri ini biasanya masuk melalui sistem pipa atau penyaringan yang salah atau rusak. Akibatnya, air kran menjadi tercemar. Air kran yang tercemar ini biasanya menunjukkan perubahan warna (sedikit menguning) dan berbau menyengat.

sink dapur

Sink dan Kran Air

Memang beberapa bakteri maupun kuman akan mati ketika dipanaskan dalam proses memasak, namun sebagian bakteri masih bisa bertahan meski dipanaskan dalam suhu 100 derajat celsius sekalipun. Selain itu, air kran yang digunakan untuk mencuci peratan masak dan alat – alat makan juga berbahaya, karena kuman dan bakteri bisa menempel pada peralatan tersebut tanpa kita sadari.

3. Serbet / lap

Serbet atau lap merupakan salah satu benda yang dianggap ‘selalu bersih’. Sehingga, kita akan selalu menggunakan serbet atau lap ini ketika kita selesai memegang daging atau bahan makanan lain dan malas untuk cuci tangan. Kita beranggapan bahwa dengan mengelap tangan kita pada serbet, maka tangan seketika menjadi bersih. Setelah cuci tangan pun kita tak jarang mengelap lembali tangan kita pada serbet. Padahal, serbet yang basah dan lembab ini merupakan lahan subur tempat berkembangnya kuman.

Namun karena dari tampilan luar serbet ini biasanya terlihat bersih, maka kita tidak akan menyadari bahwa sejatinya serbet ini telah kotor. Untuk itu, ada baiknya untuk selalu mengganti lap atau serbet dapur setiap hari. Cuci serbet yang kotor dengan deterjen anti kuman dan pemutih bila perlu. Cairan pemutih atau bleaching ini tak hanya ampuh memutihkan kain, tapi juga ampuh membasmi kuman dan bakteri.

4. Spons cuci piring

Sudah tidak diragukan lagi bahwa spons yang biasa Anda gunakan setiap hari mengandung ribuan hingga jutaan kuman yang bersarang. Tetapi, masih banyak yang beranggapan bahwa spons ini adalah benda yang ‘bersih’ karena setiap hari dicuci dan digunakan untuk membersihkan alat – alat makan. Padahal, kotoran dan kuman yang menempel di spons ini tidak selalu bisa hilang ketika spons direndam dalam air dan diberi sabun.

dapur yang kotor

Bak Cuci Piring pada Dapur yang Kotor

Terkadang, sisa – sisa makanan yang menempel pada spons bisa menyebarkan bakteri yang bersarang di permukaan spons. Terlebih bila spons ini digunakan untuk membersihkan berbagai macam alat masak namun jarang diganti. Yang sering juga ditemui adalah, satu spons yang sama digunakan untuk mencuci peralatan masak / makan sekaligus digunakan untuk mengelap meja konter maupun bak cuci piring.

Bak cuci piring sejatinya merupakan sudut paling kotor di dapur dan banyak dihinggapi bakteri E.Coli serta Salmonella, untuk itu, usahakan gunakan spons yang berbeda untuk membersihkan meja konter, bak cuci piring, dan alat – alat masak / makan. Selain itu, ganti spons Anda secara berkala tanpa menunggu spons rusak / koyak.

5. Saluran pipa pembuangan

Selain bak cuci piring, pipa pembuangan juga merupakan sudut terkotor pada dapur. Area pipa yang sempit, gelap, dan lembab merupakan area yang sempurna bagi kuman, jamur, lumut, dan bakteri untuk berkembang biak. Patogen – patogen tersebut bisa menyebar hingga ke permukaan bak cuci piring dan melekat pada alat masak / makan yang Anda letakkan di atasnya. Untuk membunuh mikroba – mikroba tersebut, siram pipa pembuangan dan bak cuci piring dengan air hangat secara teratur. Tambahkan cairan bleaching bila perlu.

Selamat mencoba 🙂

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment