3 Elemen Penting Untuk Desain Rumah Tropis

Sungguh beruntung kita berada diwilayah tropis, dalam setahun iklimnya berganti beberapa kali. Memiliki rumah didaerah tropis sangat menyenangkan, iklim yang hangat dan curah hujan secara bergantian kita rasakan. Karena kondisi yang demikian, mendesain dan mendekorasi rumah didaerah tropis membutuhkan kreatifitas dan perencanaan yang baik. Apakah yang harus dipertimbangkan dalam mendesain dan mendekorasi rumah tropis? Berikut ini ada 3 (tiga) hal penting yang harus anda perhatikan..

Suhu Yang Tinggi

Desain rumah tropis harus memiliki bukaan yang besar. Pintu dan jendela dengan bukaan yang luas. Jarak antara lantai dan langit-langit rumah yang tinggi, serta ventilasi untuk proses sirkulasi udara didalam rumah. Ventilasi dan sirkulasi udara penting untuk meningkatkan kenyamanan dan kesehatan penghuni rumah. Perbedaan tekanan udara didalam dan diluar rumah membuat udara selalu bergerak, sehingga udara panas dan pengap tidak terperangkap didalam rumah. Penggunaan plafond atau plat beton pada rumah berlantai 2 memungkinkan udara ditahan antara plafond an atap, sehingga ruang dibawahnya lebih sejuk. Aluminium foil juga baik untuk melindungi rumah dari panas berlebih.

Curah Hujan Yang Tinggi

Diwilayah tropis kita merasakan 2 musim dengan perbedaan yang ekstrim, musim kemarau yang panas dan kering, serta musim hujan yang basah dengan curah hujan yang tinggi. Ketika musim hujan pastikan bahwa sudut kemiringan atap cukup untuk mengalirkan air dengan cepat. Untuk wilayah tropis kita bisa mendesain kemiringan atap dengan sudut antara 30 sd 45 derajat. Awning diatas jendela melindungi pancaran sinar matahari langsung dan paparan air hujan. Perhatikan susunan atau sambungan elemen penutup atap, Jika anda menggunakan genteng pastikan koneksi antar genteng cukup baik agar air tidak merembes melalui celahnya. Jika anda menggunakan atap logam seperti seng , pastikan paku atau screw nya dilapisi karet agar air tidak merembes. Anda juga bisa menggunakan aluminium foil diantara rangka kaso dan atap agar terhindar dari panas berlebih dan rembesan air hujan.

Kelembaban Yang Tinggi

Kelembaban yang tinggi meningkatkan resiko bangunan terhadap bahaya jamur dan rayap. Kelembaban ini dapat diatasi dengan sinar matahari yang cukup. Jangan terlalu banyak paparan sinar matahari karena menyebabkan suhu didalam ruangan meningkat, tapi juga cukup untuk mengatasi lembab dan membunuh jamur. Pada wilayah yang masih tradisional kita mungkin tau bahwa masyarakat membuka jendela lebar-lebar pada pagi hari sampai menjelang tengah hari. Mengeluarkan kasur dan menjemurnya untuk membersihkan jamur dan kutu. Seperti itulah seharusnya rumah tropis, pastikan cukup pasokan udara dan sinar matahari. Pastikan semua ruangan mendapat sinar matahari, untuk kamar mandi gunakan bovenlicht dan kisi-kisi angin. Jika rumah anda couple, gunakan blower untuk sirkulasi udara dan buat main hole dan skylight untuk menyerap sinar matahari. Begitu juga dengan dapur, jaga agar tetap segar. Gunakan exhauster untuk menghisap asap dan berikan jendela didindingnya agar cukup cahaya matahari. Ingat, dapur adalah area yang berpotensi sangat besar dihuni oleh bakteri dan jamur.

Demikianlah 3 (tiga) hal yang harus anda perhatikan dalam merencanakan rumah tropis. Perencanaan yang baik selain membuat rumah tetap nyaman dan sehat juga menghindarkan anda dari kerugian secara finasnsial. Rumah yang tidak well planned beresiko terjadi perombakan dikemudian hari dan tentunya memboroskan uang Anda.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

1 Comment

  1. Zay

    Tiga unsur diatas memang harus dipenuhi bagi rumah-rumah yang akan dibangun diwilayah tropis, contohnya seperti indonesia.

    Dengan mempertimbangkan ketiga unsur diatas, maka rumah akan lebih sehat dan nyaman untuk dihuni.

    Salam arsitek!

Leave a Comment