10 Kesalahan Dalam Mendesain Dapur (Bagian 1)

Beberapa kesalahan yang sering dijumpai didalam proses desain interior dapur seperti penataan barang-barang dapur, pencahayaan yang minim, dan penempatan rak dan lemari yang salah.

Mendesain dan menata interior dapur membutuhkan keahlian agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan kita di kemudian hari. Namun, ada kalanya beberapa orang melakukan kesalahan dalam mendesain dapur dikarenakan minimnya pengetahuan mengenai penataan dapur yang baik.

Kesalahan apa saja yang kerap mereka buat? Bagaimana cara mengatasinya. Kali ini, kita akan menjabarkan 10 kesalahan yang kerap terjadi ketika mendesain interior dapur. Edisi ini akan ditampilkan 2 kali, dan kali ini kita akan terlebih dulu membahas 5 kesalahan yang umum dilakukan dan cara mengatasinya.

1. Kesalahan Dalam Penataan “Segitiga Dapur”

Yang dimaksud dengan “Segitiga Dapur” disini adalah bagian yang paling penting dari dapur dimana pemilik rumah biasanya meletakkan bak cuci piring, kompor, dan lemari es saling berdekatan dan membentuk sudut segitiga siku-siku. Area ini merupakan area tersibuk di dapur dimana Anda biasanya menghabiskan banyak aktifitas dapur seperti memasak, meracik bumbu, dan mencuci. Untuk itu, area ini membutuhkan perencanaan yang matang dengan akses yang mudah dan tidak banyak penghalang sehingga Anda dapat melakukan aktifitas dapur yang nyaman disini.

Gambar Diagram Segitiga Dapur (Kitchen Triangle Rules)

3 hal tersebut haruslah diletakkan dengan jangkauan yang tidak terlalu lebar, sehingga Anda tidak kesulitan ketika harus berpindah dari kompor ke bak cuci piring atau dari kompor ke lamari es, dan begitu pula sebaliknya.

Apapun jenis dan ukuran dapur di rumah kita, apakah berbentuk U, L, atau memanjang, jarak ideal antara kompor, kulkas, dan bak cuci piring haruslah tidak kurang dari 10 kaki dan tidak lebih dari 25 kaki. Bila jarak antar masing-masing tempat tersebut terlalu sempit, di saat dapur tersebut diganakan oleh lebih dari 1 orang dalam waktu yang bersamaan, maka orang-orang yang bekerja di dalamnya akan mudah bersenggolan satu sama lain.

Bila jaraknya terlalu lebar, Anda bisa sangat kelelahan ketika harus menyiapkan keperluan memasak sendiri karena Anda harus mengeluarkan energi yang lebih untuk menjangkau satu tempat ke tempat lain.

Bak cuci piring biasanya dipasang di tempat yang dekat dan terjangkau pipa air. Namun kesalahan yang paling fatal ditemui yakni bak tempat cuci piring dipasang tepat di atas pipa air di lokasi yang kurang tepat. Untuk itu, mintalah tukang ledeng untuk memperbaiki posisi bak cuci piring atau pipa air bila dirasa posisinya kurang tepat.

Gambar Kabinet/Rak Penyimpanan Dapur

2. Meniadakan Lemari Penyimpanan

Dapur adalah tempat yang wajar bila di dalamnya banyak dijumpai benda-benda hingga membuat seisi ruangan penuh. Beberapa orang mensiasatinya dengan meletakkan lemari atau rak penyimpanan yang ukurannya cukup besar. Namun, masalah baru justru timbul. Kehadiran lemari dan rak penyimpanan tersebut kadang cukup menyita tempat dan membuat dapur yang kecil menjadi terlihat semakin sempit.

Cara mensiasatinya yakni pilihlah rak atau lemari kecil yang terpasang memanjang di bawah meja kompor. Selain itu, area di atas lemari es juga dapat dipasangi rak kecil yang memanjang sehingga dapat digunakan untuk tempat penyimpanan.

3. Tidak Adanya Meja Konter
Salah satu kesalahan terbesar dalam mendesain dapur yakni tidak adanya meja konter (countertops) sebagai tempat untuk melakukan segala aktifitas yang berhubungan dengan memasak. Padahal, semua aktifitas di dapur akan lebih mudah dilakukan di atas meja konter. Hal lain yang sering terjadi yakni keberadaan meja konter lebih banyak digunakan untuk meletakkan kitchen appliances seperti piring, cangkir, pisau, dan alat-alat masak lainnya.

Sehingga, meja konter tersebut menjadi terlalu penuh dan tidak dapat berfungsi secara maksimal. Solusinya yakni dengan memindahkan alat-alat dapur ke rak dan lemari penyimpanan dan biarkan meja konter tetap dalam keadaan bersih dan lapang.

Gambar Meja Konter (Countertops) Untuk Dapur

4. Sistem Pencahayaan yang Buruk

Kebanyakan orang melihat dapur sebagai bagian rumah yang tidak terlalu penting perannya, terutama dari segi estetis. Maka dari itu, sistem pencahayaan yang diberikan pada ruangan ini pun cenderung ala kadarnya. Mereka tidak memasang lampu atau pencahayaan yang tepat, bahkan cenderung lampu yang di pasang di tempat ini wattnya cukup kecil, sehingga membuat ruangan dapur yang kecil tampak semakin sempit. Mereka berfikir bahwa aktifitas di dapur lebih banyak dihabiskan di siang hari.

Jadi, pencahayaan alami dari sinar matahari lah yang akan lebih banyak berperan. Hal tersebut tentu tidak benar karena ada beberapa orang justru senang menghabiskan malam hari di dapur. Sejatinya, dapur yang idel memiliki 3 jenis pencahayaan: lampu utama, lampu kerja, dan lampu tambahan sebagai aksen. Pertimbangkan untuk meletakkan lampu-lampu kecil di tiap sudut dapur agar dapat memberi aksen luas dan kesan estetis pada dapur Anda.

Teknik Pencahayaan Buatan Pada Dapur

5. Meniadakan Keberadaan Dinding Ubin

Pada saat mendesain dapur, kita jarang berfikiran untuk memasang ubin pada dinding. Padahal, ubin di dinding ini sangat penting untuk melindungi dinding dapur dari cipratan minyak, cipratan air yang membuat lembab, serta asap dari kompor yang membuat dinding menjadi kehitaman. Dengan menggunakan dinding ubin, kita dapat dengan mudah membersihkan kotoran tersebut setelah memasak.

Memang, memasang ubin pada dinding membutuhkan biaya tambahan. Namun, dengan cara ini, Anda bisa menghemat biaya jangka penjang karena Anda tidak perlu mengecat dinding dapur Anda berulang-ulang.

Bersambung..

Tags: Kesalahan-kesalahan Dalam Menata Dapur, Cara Mendesain Interior Dapur yang Benar, Cara Menempatkan Rak dan Lemari di Dapur yang Tepat, Solusi Mendesain Dapur yang Baik, Mengatur Pencahayaan Untuk Dapur, Cara Mensiasati Dapur yang Kecil

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

LinkedInTumblrStumbleUponRedditAIMDiggDeliciousFlipboardShare

0 Comments

Leave a Comment