10 Hal yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Kebakaran di Rumah

kebakaran rumah

Hal – hal yang mesti dilakukaan saat kebakaran melanda dan antisipasi sebelum kebakaran terjadi dengan membangun jendela darurat.

Ketika kebakaran melanda rumah Anda, api yang tadinya kecil bisa berubah menjadi besar dalam sekejap hingga bisa melahap rumah Anda beserta seluruh isinya. Saat kebakaran terjadi, hal yang paling penting untuk dilakukan yakni melindungi diri sendiri, keluarga dan seluruh penghuni rumah agar terhindar dari amukan api. Namun, saat kebakaran, api tak hanya menjadi satu – satunya ancaman.

Ancaman bahaya dari panas, asap dan bagian rumah yang roboh ternyata jauh lebih mematikan ketimbang ancaman yang ditimbulkan api itu sendiri. Untuk itu, 10 hal berikut ini bisa membantu Anda memutuskan hal – hal yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran di rumah.

  1. Periksa pintu

Api dapat timbul dari balik pintu yang tertutup tanpa terlihat. Maka, hati – hatilah dalam melewati pintu untuk menyelamatkan diri.  Pastikan untuk memeriksa setiap pintu sebelum membukanya, caranya dengan menempatkan punggung tangan Anda pada permukaan pintu dan gagang pintu. Jika Anda merasa panas, jangan buka pintu. Sebaliknya, temukan rute alternatif untuk melarikan diri, seperti jendela atau melewati ruangan lainnya. Jika pintu ruangan tak terasa panas, buka pintu secara perlahan-lahan dan pastikan tidak ada awan tebal asap sepanjang rute Anda melarikan diri.

  1. Beritahu orang lain

Segera beritahu orang lain di rumah jika tanda – tanda kebakaran terlihat di rumah Anda, misalnya ada percikan api yang membersar. Jangan tunggu hingga alarm pada detektor asap berbunyi. Saat api mulai membesar, usahakan untuk bergerak keluar dan bukan mencoba untuk lari ke kamar atau ruangan lain dalam rumah yang dipenuhi asap atau api.

  1. Menelepon pemadam kebakaran

Jika Anda berhasil melarikan diri keluar rumah, mintalah tolong pada tetangga Anda untuk menelepon pusat pemadam kebakaran. Nomor pemadam kebakaran biasanya berbeda di beberapa wilayah di Indonesia. Pastikan Anda melakukan panggilan darurat ke pemadam kebakaran ini saat Anda sudah berada di luar rumah, dan bukan di dalam rumah. Untuk itu, penting untuk mengetahui nomer telepon penting yang bisa dihubungi saat keadaan darurat melanda di rumah, seperti kebakaran ini.

  1. Biarkan hewan peliharaan dan barang-barang berharga tertinggal dan fokuslah untuk menyelamatkan diri Anda

Jangan pernah menunda melarikan diri dari rumah yang terbakar demi mencari dan mengambil barang-barang berharga atau hewan peliharaan yang Anda tidak tahu pasti di mana lokasinya. Hal ini justru akan membahayakan keselamatan jiwa Anda. Sebaiknya, segera keluar dari rumah tersebut, dan beritahukan pada petugas pemadam kebakaran bahwa ada  hewan peliharaan yang tertinggal dan perlu diselamatkan.

  1. Berhenti dan berguling saat pakaian terkena api

Jika pakaian Anda terbakar, jangan berusaha berlari. Bila mungkin, lepas pakaian Anda. Jika tidak mungkin untuk melepaskannya, segera padamkan apai dengan berguling – guling di lantai untuk memadamkan api.

  1. Berjalan merangkak atau merunduk, tidak berdiri

Asap dan panas bisa naik dengan cepat dan memasuki seluruh area dalam kamar. Oleh karena itu, tetap berjalan dengan rendah dan sedikit merunduk atau bahkan merangkan di tanah. Hal ini adalah cara paling aman untuk menjauhkan diri kebakaran di rumah, terutama dari suhu tinggi api serta asap. Tetaplah berjalan merunduk atau merangkak sampai Anda sukses melarikan diri dari rumah yang terbakar.

  1. Menutup wajah Anda

Menutup wajah  dengan baju yang Anda kenakan atau dengan handuk basah selama terjadi kebakaran rumah perlu dilakukan guna menghalau asap yang pekat agar tak terhirup hidung. Dengan menutup rongga hidung dengan kain tersebut, hal ini membantu mencegah asap memasuki paru-paru Anda. Sembari menutup wajah atau hidup dengan kain, perlahan berjalanlah keluar.

  1. Menutup pintu

Setelah Anda berhasil menerobos keluar dari ruangan, tutup pintu di belakang Anda. Menutup pintu dapat mencegah api menyebar ke ruangan lain.

  1. Tetap berada di luar

Setelah Anda berhasil keluar dari rumah, tetaplah menunggu di luar hingga api benar – benar padam. Bahkan jika Anda meninggalkan hewan peliharaan atau barang-barang di rumah, jangan pernah mencoba kembali masuk ke rumah. Beritahu petugas kebakaran jika masih ada hewan peliharaan yang masih di rumah. Cukup beritahu mereka di mana posisi  hewan peliharaan Anda.

  1. Berlindung di tempat pengungsian

Paska kebakaran, petugas setempat biasanya akan mempersiapkan tempat pengungsian yang bisa digunakan untuk tempat tinggal sementara korban kebakaran. Tetap di sana hingga semua anggota kelarga telah tiba dan dinyatakan kondisinya dalam keadaan baik.

Antisipasi sebelum kebakaran terjadi: Buat Jendela darurat untuk menyelamatkan diri

International Building Code (IBC) menetapkan standar untuk lebar minimum, ketinggian minimum, bukaan minimum, dan ambang tinggi maksimum untuk egress windows, yakni jendela darurat untuk melarikan diri tatkala terjebak di dalam rumah. IBC menyarankan setidaknya ada satu egress windows di setiap kamar tidur, termasuk di basement. Jika Anda berencana untuk merombak basement menjadi kamar tidur, pastikan untuk memasang egress windows yang memenuhi standar IBC.

Dimensi Jendela darurat untuk ruangan

Menurut IBC, Egress windows harus memiliki lebar bukaan setidaknya 50 cm dan ketinggian minimumnya adalah 60cm inci. Ketinggian ambang maksimum untuk jendela adalah 1, 1 meter, yang diukur mulai dari dasar ke ambang jendela

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

2 Comments

  1. infonya menarik

  2. Robert

    Ini info yang berguna, tetapi sayang. Banyak orang yang tidak peduli dengan hal hal seperti ini. Jadi ketika peristiwa seperti ini terjadi, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sehingga adanya korban luka/jiwa tidak bisa dihindari

Leave a Comment